BRALING.COM, PURBALINGGA – Semua anak dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Termasuk juga Anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Meski masih ada saja yang menganggap remeh, ternyata mereka juga punya kreatifitas yang keren loh.

Ada yang berbakat di seni suara, pantomim, drama, seni lukis, seni pahat, batik, fashion show serta potensi di bidang tata busana, tata boga, tata rias, prakarya dan hasil pertanian serta cuci motor. Kemampuan mereka pun tak asal-asalan.

“Kami ingin menunjukkan ke masyarakat umum, jika kami memiliki hak yang sama dengan anak-anak normal yang lainnya. Kami merupakan anugerah yang terindah yang diberikan oleh Tuhan,” kata Retno Indrawati, ketua panitia Semarak Disabilitas Sekolah Luar Biasa (SLB) Purbalingga.

Di acara yang mengusung tema “Kenali Aku Sayangi Aku”, Rabu 4 April 2016 itu, dipamerkan produk hasil pendidikan vokasional atau keterampilan yang diajarkan di sekolah itu. Pendidikan SLB tidak mengutamakan akademik, namun justru mengedepankan keterampilan agar begitu para siswa lulus, bisa hidup dengan mandiri.

“Kami tegaskan kepada seluruh siswa, begitu lulus, kami tidak ingin mereka menjadi pengemis. Harus bisa hidup mandiri,” kata Retno. Meski punya tujuan mulia, sekolah ini ternyata masih kekurangan tenaga pendidik.

SLB Purbalingga yang memiliki 293 siswa cuma punya 18 guru, padahal idealnya 1 guru mengajar 5 siswa. Mendesaknya kebutuhan guru, menjadikan SLB Purbalingga merekrut guru wiyatabakti sebanyak 20 orang.

BANGKIT WISMO