Pawarta

Rehabilitasi Warga Binangun yang Keracunan Butuh Waktu Lama, Kenapa?

BRALING.COM, PURBALINGGA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga menyebut pemulihan korban keracunan makanan di Desa Binangun, Kecamatan Mrebet membutuhkan waktu lebih lama. Salah satu alasannya, ditemukan indikasi infeksi saluran pencernaan.

Rehabilitasi kesehatan di paling tidak membutuhkan waktu lima hari lagi. “Baru sebagian kecil yang pulih dan boleh pulang, namun masih banyak yang masih harus dirawat karena ada indikasi infeksi saluran pencernaan,” kata Kepala Dinkes Purbalingga dr Nonot Mulyono.

Salah satu korban anak-anak yang dirawat di RSUD dr Goetheng Tarunadibrata sempat mengalami kejang. Namun dijelaskan bahwa kejang itu diakibatkan karena yang pengaruh dari demam yang dialami bukan akibat dari keracunan tersebut.

Sebagian korban keracunan yang dirawat di RSUD dr Goetheng Tarunadibrata yang sudah pulih sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Namun ada yang masih bertahan karena menunggu keluarganya yang juga dirawat karena kasus serupa.

“Yang dirawat di tempat lain juga ada yang sudah diperbolehkan pulang. Tapi jumlah pastinya saya belum mendapat laporan,” kata dr Nonot menjelaskan kepada wartawan.

Kepala Puskesmas Serayu Larangan Mrebet dr Prawesti Wulandari mengatakan, dari 21 pasien yang dirawat di puskesmas itu, kemarin sudah pulang 14 orang. Progres korban lain yang masih dirawat dinilai cukup baik, namun masih ada yang mengalami gangguan seperti mual dan pusing.

“Dari hasil pemeriksaan darah di laboratorium puskesmas tersebut menyebutkan, terindikasi penyebaran keracunan makanan itu melalui bakteri Salmonela yang menyebabkan gangguan di organ pencernaan,” katanya.

Terpisah, Kepala Polres Purbalingga Ajun Komisaris Besar Agus Setiawan Heru Purnomo saat menghadiri penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Sumilir, Kecamatan Kemangkon, lusa, mengatakan, masih menyelidiki kasus ini.

Namun, yang pasti, polisi menyebut pemilik acara hajatan memiliki itikad baik untuk meminta maaf dan memberikan penjelasan kepada warga. “Kami masih menunggu perkembangannya,” katanya.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *