Pawarta

Belajar Cinta pada Dua Ibu Luar Biasa

BRALING.COM, PURWOKERTO – Ibu adalah sosok yang tak ubahnya seperti sumber cinta dan kasih dalam keluarga. Bersama sosok Ayah, Ibu menjadi pondasi kesuksesan dan kebahagiaan sebuah keluarga.

Ketika kita ingin belajar tentang kasih sayang seorang ibu, Dompet Dhuafa Purwokerto pun menyebut Yuliati, 38 tahun, dan Siti Rokhimah, 38 tahun sebagai sosok ibu yang sangat luar biasa sabar dan penuh cinta.

“Dua perempuan itu tak pernah putus ikhtiar demi perkembangan anak-anak mereka,” kata Titi Ngudiarti, salah satu tim Dompet Dhuafa Purwokerto kepada Braling.com.

Yuliati memiliki anak bungsu bernama Ibra. Yang mana Ibra telah lama menderita Microsefalus. Akibat kegagalan pertumbuhan otak ini, Ibra menjadi sangat bergantung pada ibunya.

“Siklus hidup Ibra ada pada tangan Ibunya, makan, minum, mandi dan aktivitas lainnya. Setiap pekan Yuliati pun tak pernah absen berikhtiar fisioterapi di RS Margono,” kata Titi.

Sementara Rokhimah selalu berusaha membantu Nadira, yang menderita cerebral palsy. Kelumpuhan otak yang diderita sejak bayi Nadira membuat Siti Rokhimah melakukan pengobatan medis hingga pengobatan alternatif.

Setiap pekan, baik Yuliati maupun Siti Rokhimah mengantar anak-anak mereka ke poli fisioterapi RS Margono Soekarjo. Dengan difasiitasi dan di damping oleh Dompet Dhuafa, keduanya rutin menjalani fisioterapi pekanan dan juga kontrol bulanan.

Tidak ada gurat lelah, atau frustasi pada wajah kedua ibu tersebut menjalani aktivitas yang itu-itu saja. Mereka biasa menggendong masing-masing anaknya, tanpa banyak bercerita seperti normalnya ibu dan anak.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.