Pawarta

Pelantikan Kades di Purbalingga Bernuansa Klenik?

BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga ternyata tak asal-asalan dalam memilih lokasi dan waktu pelantikan 31 kepala desa terpilih. Kenapa pelantikan harus hari Jumat Kliwon dan di Alun-alun?

Bupati Purbalingga, Tasdi mengaku bahwa pemilihan hari dan lokasi pelantikan kades hasil Pilkades Serentak di November lalu, mempunyai makna khusus. Ia mengaku di saat memberikan sambutan di acara pelantikan.

Bupati menjelaskan, pelantikan pada 16 Desember 2016 atau digabung menjadi 1616. Angka 1 dan 6 jika ditambahkan satu sama lain akan menjadi angka 7, sehingga akan didapatkan angka 7 dan 7. Maknanya, supaya tujuan dunia dan akherat dapat terwujud.

Pelantikan dilakukan di Alun Alun agar kebahagiaan yang dirasakan para kades juga dapat dirasakan oleh rakyatnya. Sedangkan Jumat Kliwon merupakan hari keramat, dimana dari aspek spiritualitas mengingatkan para kades agar menguatkan niat untuk mengabdi kepada masyarakat dan mengabdi kepada Tuhannya.

“Kades harus melakukan perubahan-perubahan. Desa yang dipimpin harus berubah, karena para kepala desa terlantik harus mengubah desa kearah yang lebih baik,” Bupati Tasdi berpesan.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.