Kang Maman di Purbalingga.
Pawarta Pilihan

Ketika Notulen Gundul Menularkan Virus “Iqro”

BRALING.COM, PURBALINGGA – Kendati menjadi bangsa dengan jumlah umat Islam terbanyak di dunia, budaya membaca dan menulis di Indonesia masih mengiris hati. Padahal, ayat yang kali pertama turun berbicara tentang Iqra, membaca.

“Di negara ini, perpustakaan malah menjadi tempat yang paling angker, setelah kuburan,” kata Maman Suherman, penulis yang terkenal sebagai Notulen Indonesia Lawak Klub (ILK).

Pria plontos yang beken disebut Kang Maman datang ke Kota Perwira untuk menularkan semangat literasi. Sabtu 18 Febaruari 2017 pagi, Kang Maman bicara di “Ngobrol Kreatif Bareng Kang Maman” Lapangan Indoor di SMA Negeri 1 Bobotsari.

Sementara sore hari, Kang Maman berbagi inspirasi di “Purbalingga Membaca bareng Kang Maman” di SD Purba Adhi Suta. Talkshow yang melibatkan Pendiri Kuda Pustaka Gunung Slamet, Ridwan Sururi itu diikuti oleh pelajar, guru dan masyarakat umum.

Kang Maman datang ke Purbalingga atas inisiasi Ikatan Alumni SMAN 1 Bobotsari (Ilusari), Perpustakaan Bookraos, Noto Moto, Babeloft Technology, Kedai Kebun, SMA Negeri 1 Bobotsari dan SD Purba Adhi Suta.

Dengan rendahnya budaya membaca di banyak daerah itulah, Kang Maman menyebut keberadaan Kuda Pustaka sebagai fasilitas yang sangat penting. “Pak Ridwan bersama Luna seperti sedang meneruskan tugas kenabian,” kata Kang Maman.

Kemudian, penulis buku Aku Takut Kehilangan-Mu ini mengajak orang Purbalingga untuk sedekat empat huruf. Yakni, Baca, Iqra, Read, Buku.

Kang Maman juga bilang, budaya membaca dan menulis harus dibangun dari lingkungan keluarga. Orang tua harus bisa memberi contoh anak-anak mereka. “Kata kuncinya adalah membaca, bentuknya buku cetakan ataupun e-book,” kata Kang Maman, lagi.

Pendiri Sekolah Purba Adhi Suta, Purbadi Hardjoprajitno berharap kehadiran Kang Maman bisa membantu masyarakat Purbalingga lebih suka membaca dan menulis. “Serta mewujudkan tunas bangsa yang berkarakter,” kata dia.

Kepala SMAN 1 Bobotsari, Joko Suryanto juga mengaku sangat senang dengan materi dari Kang Maman yang sangat inspiratif. “Kami seperti dibuka pikirannya untuk lebih kreatif dan suka membaca dan menulis,” imbuh guru SMAN 1 Bobotsari, Rahmi.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.