BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga masih belum bisa merelokasi korban tanah longsor di Dukuh Karangwuni, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, yang terjadi 19 Februari 2017 lalu.

Rencananya rumah milik Teguh, 39 tahun dan Sugiyanto, 45 tahun akan dipindah ke lokasi lain, tapi masih berada di desa tersebut. Relokasi itu sendiri masih terhambat karena belum adanya lahan baru yang cocok.

“Kami dari tim desa sudah melangkah agar kedua korban memanfaatkan lahan milik orang tuanya, namun masih belum berkenan,” kata Kepala Desa Sirau Hendri Sutrisno. Dua korban itu ingin tinggal di tepi jalan raya, seperti sebelumnya.

Padahal, bila lahannya memanfaatkan tanah milik orang tuanya, pemerintah desa dan kecamatan siap membangun rumah baru untuk kedua korban. Termasuk mengupayakan bantuan rehab RTLH dari kabupaten.

Sugiyanto mengaku tak mampu menyediakan lahan untuk relokasi. Soal lahan milik orang tuanya sudah menjadi milik adiknya. “Kalau akan dipakai untuk relokasi harus dibayar  karena sudah bukan bagiannya,” kata Sugiyanto.

Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi akan berkoordinasi dengan Camat Karangmoncol Bambang Triyono dan Kades Sirau agar dapat mengusahakan penyiapan lahan untuk kebutuhan relokasi.

Jika memungkinkan lahan yang akan digunakan untuk relokasi merupakan usulan dari korban. “Bila tidak ada, Kades dapat berembug dengan masyarakat setempat kemungkinan ada lahan kosong yang bisa digunakan untuk relokasi,” katanya.

Wabup berharap, dalam waktu tidak terlalu lama relokasi korban longsor Sirau dapat segera dilaksanakan, sehingga bisa membantu kelangsungan kehidupan mereka kedepannya.

BANGKIT WISMO