Pawarta Pilihan

Aliran Sungai Memicu Kerusakan Jembatan Kali Klawing

BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga serius menangani masalah putusnya Jembatan Kali Klawing di Kecamatan Bobotsari. Karena itulah, aliran arus sungai pun mendapat perhatian serius.

Bupati Purbalingga, Tasdi menjelaskan bahwa tergerusnya oprit jembatan penting di utara Purbalingga itu juga tidak lepas dari pergeseran arus sungai yang bergeser ke barat. Jika tidak segera ditangani, pergeseran aliran arus juga mengancam tiang pancang jembatan.

“Pemkab berupaya mengembalikan aliran arus sungai agar sesuai pada jalur semula,” kata Bupati Tasdi saat memantau pembangunan oprit jembatan Klawing, Kamis 23 Maret 2017.

Dari bawah jembatan, terlihat aliran sungai mulai bergeser ke barat “Jalan satu-satunya harus mengembalikan aliran sungai seperti sediakala,” kata Tasdi kembali menegaskan.

Kini sudah ada tiga alat berat yang dikerahkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purbalingga untuk membuat bronjong di sisi barat Kali Klawing.

“Kami memperkirakan sebelum lebaran tahun ini, jalur jembatan Klawing sudah bisa dilalui normal, namun dari pihak DPUPR bahkan menjanjikan dalam waktu dua minggu bisa selesai,” kata Tasdi.

Sementara ini, jembatan Kali Klawing bisa dilalui oleh pengendara. Namun hanya pengendara sepeda motor. Karena warga Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari sudah membuat jembatan darurat dari bambu, sehingga warga bisa lewat secara bergiliran.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.