Pawarta

Perpustakaan Sekolah di Purbalingga Belum Maksimal

BRALING.COM, PURBALINGGA – Kondisi pengelolaan perpustakaan sekolah yang tersebar di Kota Perwira masih memprihatinkan. Salah satunya ialah tidak adanya pustakawan fungsional di sekolah.

Bupati Purbalingga Tasdi berkata, kebanyakan tenaga pengelola perpustakaan mayoritas masih wiyata bakti. Padahal, sesuai Permendiknas Nomor 25 tahun 2008 dibutuhkan yang profesional dan memiliki standar tertentu.

“Standar tenaga pengelola perpustakaan harus memiliki kemampuan manajerial dan juga menguasai teknologi informasi,” kata Bupati Tasdi saat menerima Tim Juri Lomba Perpustakaan Sekolah SMA/SMK/MA dan Lomba Perpustakaan desa/kelurahan tingkat Provinsi Jateng di Peringgitan Pendopo Dipokusumo.

“Dengan standar tersebut maka pengelolaan perpustakaan dalam mengolah data dan informasi akan lebih mudah, cepat, tepat dan akurat. Sayangnya, di Purbalingga tenaga fungsional perpustkaan di sekolah belum ada,” kata Bupati Tasdi, Kamis 27 April 2017.

Tim juri tersebut datang ke Purbalingga untuk menilai Perpustakaan SMAN 1 Kutasari dan perpustakaan Iqro Desa Lamuk, Kejobong.

Tasdi menambahkan, Pemkab akan berkomunikasi dengan DPRD untuk membahas raperda tentang penyelenggaraan perpustakaan untuk mendukung budaya literasi lewat perpustakaan.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.