Pawarta

Sampai Kapan Andalkan Diskon untuk Raup Omzet?

BRALING.COM, JAKARTA – Program promo seperti diskon ataupun bonus kerap menjadi senjata utama bagi bisnis yang baru muncul. Termasuk juga digunakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk melejitkan omzet.

Gimmick marketing seperti itu tentu saja membuat konsumen senang. Namun, menurut Putra Dwi Karunia, Co-Founder Bro.do, strategi mengorbankan margin penjualan bukan strategi yang harus dipertahankan selamanya.

“Kapan UKM bisa percaya diri untuk menjual dengan marjin yang lebih besar? Hal ini bisa dilihat melalui insting,” kata Putra di Jakarta, pertengahan April ini. Bro.do ialah produsen sepatu lokal yang sudah mendunia.

Kepercayaan diri itu tidak dihitung dengan waktu ataupun bulan. Akan tetapi, pelaku UKM harus bisa melihat respons pasar, feedback dari konsumen, serta melakukan riset untuk mengetahui daya beli target pasarnya.

“Ketika feedback dan respons konsumen sudah bagus. Kami juga melakukan riset mengenai kemampuan beli konsumen. Dari sini, kami bisa menentukan harga yang cocok berapa dan menentukan marjin keuntungan yang ingin diambil berapa. Selain itu, kami juga melihat pricing yang dilakukan kompetitor,” ucap Putra dikutip dari Marketeer.com.

Pakar branding Subiakto berkata, ada empat hal yang bisa dilakukan oleh UKM jika hanya menginginkan penjualan sesaat. “Empat jurusnya adalah diskon, bonus, hadiah, dan cicilan,” kata dia. Kalau cuma mau dapat omzet silakan lakukan ini saja. Jika mau melahirkan pelanggan loyal, lakukan branding,” ujar Subiakto.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.