Pawarta Pilihan

Kamu Perlu Baca Cerkak “Pedhut Neng Gunung Slamet”

BRALING.COM, PURBALINGGA – Satu lagi buku yang layak untuk jadi bahan bacaan masyarakat di Banyumas Raya adalah buku antologi certia cekak alias cerita pendek bertajuk Pedhut Neng Gunung Slamet.

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa Purbalingga dan Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga meluncurkan antologi ini di Operation Room Graha Adiguna Komplek Pendopo Dipokusumo, Sabtu 29 Juli 2017.

Ketua MGMP Bahasa Jawa, Prasetyo menyebut bahwa antologi “Pedhut Neng Gunung Slamet” sebagai wujud semangat guru-guru bahasa jawa untuk melestarikan bahasa penginyongan.

Antologi digagas sejak September 2015 dengan menggandeng Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya denganmenggelar Bengkel Sastra. “Sadawane patang dina nganakna kegiatan bengkel sastra penulisan cerkak,” jelas Prasetyo.

Namun, tidak semua cerkak ditulis dengan menggunakan Bahasa Jawa Banyumasan, ada beberapa yang menggunakan Bahasa Jawa Wetanan. Ini karena tidak semua guru Bahasa Jawa yang berada di Purbalingga berasal dari Eks Karesidenan Banyumas.

Mergane, guru-guru basa Jawa sing saben dinane ngadhepi para siswa nang SMP Purbalingga, asal-usule ora kabeh sekang tlatah Eks Karesidenan Banyumas,” ungkapnya.

Prasetiyo berharap dengan diluncurkannya antologi cerkak dapat disusul dengan karya sastra berbahasa jawa yang lainnnya. Selain itu, guna menghidupkan kembali sastra penginyongan di Eks Karesidenan Banyumas khususnya Purbalingga.

Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sigit Subroto mengapresiasi terbitnya antologi cerkak tersebut. Ia berharap, dengan terbitnya buku itu, semangat panginyongan masyarakat bisa kembali menyala

Inyong nduweni pengarep-arep, anane buku kiye bisa ninggalna panganggen sing jero lan lestari kanggo basa penginyongan sing urip, maju lan nduweni adab,” kata Sigit.

Ryan Rachman, penyunting antologi menjelaskan buku itu memuat 39 cerkak. Karya itu datang dari para guru dan juga masyarakat umum. Katasapa bahkan menerima tulisan dari luar Purbalingga.

“Ada beberapa dari luar Purbalingga yang tertarik dan mengirimkan tulisannya tapi kami hanya menyeleksi dan memasukkan tulisan yang berasal dari masyarakat Purbalingga,” jelas Ryan.

Sekarang, Antologi Cerkak “Pedhut Neng Gunung Slamet” baru dicetak sebanyak 200 buah yang dibagikan pada penulis cerkak dan tamu undangan acara launching buku.

Namun, MGMP Bahasa Jawa dan Katasapa akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, Dinas terkait, Sekolah dan juga perpustakaan yang ada di Purbalingga untuk menerbitkan ulang buku itu.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.