Pawarta

Makna Dibalik Polemik Purbalingga Sehati

BRALING.COM, PURBALINGGA – Adanya polemik yang menyangkut kebijakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk merilis slogan Purbalingga Sehati harus mendapatkan perhatian dari Bupati Tasdi dan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi.

Pemerhati Purbalingga, Indaru Setyo Nurprojo menilai sikap masyarakat yang tidak menerima ide dan gagasan sehati dari Bupati bisa dipahami sebagai kegagalan komunikasi politik bupati dengan warganya.

“Selama ini, publik selalu diam dan tidak respon terhadap kebijakan Bupati, meski tidak sepakat namun masih membiarkan itu terjadi. Hal itu Membuat bupati selalu nyaman,” kata Indaru kepada Braling.com, Rabu 19 Juli 2017.

Baca : Purbalingga Sehati Dirilis, #SavePurbalinggaPerwira Digaungkan

Ketika pola komunikasi yang tidak sehati itu dilakukan kembali, maka respon masyarakat menjadi melawan. Terlebih lagi ini tentang slogan yang selama ini dianggap masyarakat sebagai identitas yang cocok.

“Masyarakat menentang bukan hanya slogan yang sudah mereka anggap sebagai identitas, namun juga proses dan caranya yang dinilai arogan,” tutur Indaru yang juga akademisi di FISIP Unsoed Purwokerto.

Menurut Indaru, Bupati harus bijak menyikapi polemik yang terjadi di Kota Braling ini. “Jangan kemudian memaksakan gagasannya ini untuk diberlakukan. Bangun komunikasi dengan baik dan merakyat,” kata Indaru.

Baca : Terus Dikritik, Sosialisasi “Purbalingga Sehati” Jalan Terus

Budayawan, Agus Sukoco juga bersuara terhadap kebijakan mengubah slogan Purbalingga Perwira dengan Purbalingga Sehati yang dilakukan Bupati Purbalingga, Senin 17 Juli 2017 di Pendapa Dipakusuma.

“Seandainya slogan itu awalnya adalah Sehati, kemudian diganti Perwira, warga Purbalingga tetap akan bereaksi. Ini bukan soal kata atau istilah. Ini soal etika pergantian dan prosedur merubahnya,” kata Agus Sukoco via akun Facebook.

“Kebijakan yang dilakukan tiba-tiba dan tanpa ada tahap-tahap dialog pelibatan warga, akan membuat warga merasa ditiadakan,” sambung Agus Sukoco.

BANGKIT WISMO

One thought on “Makna Dibalik Polemik Purbalingga Sehati”

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.