syarat pinjaman usaha di bank
Pawarta Pilihan

Mengajukan Pinjaman Modal? Sebaiknya Perhatikan 10 Hal Ini

BRALING.COM, PURBALINGGA – Salah satu sumber modal usaha yang menjadi andalan ialah pinjaman. Ketika sebagian orang sukses berusaha dengan modal pinjaman, tidak sedikit pula yang kemudian terlilit beban pinjaman dan bunganya.

Dikutip dari situs Finansialku.com, berikut ini terdapat 10 hal yang perlu diperhatikan sebelum mantap mengajukan pinjaman modal usaha di bank.

1. Pastikan Syarat Pinjaman

Sangat penting untuk mengetahui kualifikasi dan syarat yang menjadi ketentuan pengajuan. Perhatikan apa saja syarat yang umumnya muncul dalam pinjaman modal usaha di perbankan.

Nah, sebaiknya jika sejak awal Kamu sudah merasa tidak memenuhi syarat, jangan memaksakan untuk mengajukan pinjaman tersebut. Bijaksana lah dalam menyiapkan skema permodalan usaha.

“Jika pengajuan pinjaman Anda ditolak, maka akan menyulitkan Anda untuk meminjam lagi di kemudian hari. Sekali saja Anda ditolak, maka akan tampak bahwa Anda merupakan nasabah berisiko bagi penyedia pinjaman lainnya,” jelas David Gass, konsultan bisnis sekaligus CEO dari Anderson Business Advisors.

2. Jumlah Pinjaman yang Dibutuhkan

Hitunglah secara pasti berapa banyak uang yang sebenarnya dibutuhkan untuk mengembangkan usaha. Cara termudah untuk menghitungnya adalah dengan membuat proyeksi arus kas berkala.

Adam Hoeksema, co-founder dari Muncie, Ind.-based ProjectionHub menyebutkan “Anda harus memahami berapa banyak kebutuhan dananya dan apa tujuan peminjaman dana tersebut sebelum mengunjungi bank”.

3. Cek Kesetaraan Pinjaman dan Agunan

Bank akan selalu mengecek aset berharga yang dijadikan jaminan, mengestimasi nilainya, barulah bank bisa menentukan jumlah pinjaman yang diperbolehkan. Umumnya, bank menentukan besaran pinjaman hanya sekitar 60-70 persen dari nilai agunan.

4. Kemampuan Membayar Angsuran

Bank akan mengecek kemampuan finansial Kamu. Biasanya dengan melakukan BI checking untuk mengecek riwayat kredit, dan juga melakukan pengecekan rasio utang. Jika syarat tersebut terpenuhi, tinggal pengecekan proyeksi kelayakan bisnis yang akan dijalankan.

Biasanya, bank akan lebih suka untuk menyetujui pinjaman pada proyeksi bisnis yang layak dan feasible dengan tingkat kesalahan yang kecil akan memperbesar kemungkinan persetujuan pinjaman Kamu.

5. Meminjam untuk Mengembalikan

Jangan sekali-kali mengajukan pinjaman modal usaha untuk kinerja yang sifatnya konsumtif. Namanya pinjaman, ya harus dikembalikan. Pinjaman modal harus bisa dialokasikan pada bisnis yang menghasilkan.

Perhatikan riwayat kredit pribadi maupun bisnis.

6. Riwayat Kredit Bisnis

Bank selalu mengecek riwayat kredit sebelum memutuskan untuk memberi pinjaman. Banyak pebisnis yang mengetahui riwayat kredit pribadinya, namun melupakan riwayat kredit bisnisnya. Padahal penting lho mengetahui riwayat kredit bisnis.

7. Pengelolaan Keuangan Pribadi yang Baik

Nah, akan jadi percuma jika Kamu memiliki bisnis sukses dan besar, jika keuangan pribadi berantakan. Beberapa bank kerap kali menjadikan riwayat kredit pribadi sebagai tolok ukur persetujuan pinjaman. Ketika treck record kredit pribadi buruk, Kamu bisa dinilai sebagai kandidat yang tidak baik dalam pengajuan kredit.

8. Kelengkapan Dokumen Pinjaman

Ketika hendak mengajukan jenis pinjaman, pastikan dokumen-dokumen telah dipersiapkan secara lengkap. Dan dokumen itu merupakan dokumen terbaru. “Jika Anda datang ke bank dan mengajukan pinjaman dengan dokumen yang tidak lengkap atau sudah kadaluarsa, Anda akan tampak sangat tidak profesional,” kata Rohit Arora, CEO dan co-founder dari Biz2Credit.

9. Keberadaan Denda Pelunasan Dipercepat

Selalu ada niat untuk melunasi pinjaman dengan cepat. Namun, sebaiknya Kamu juga perlu membaca setiap syarat dan ketentuan dalam kontrak kredit sebelum menentukan kapan harus melunasi pinjaman.

Jika Kamu ingin melunasi kredit sebelum jatuh tempo, pastikan terlebih dahulu penaltinya kepada pihak kreditur. Apa saja biaya dan denda pelunasan dipercepatnya? Berapa nilainya? Jika sepadan dengan pelunasan lebih cepat, maka mengapa tidak?

10. Keberadaan Asuransi Jiwa dalam Kredit

Nah, pertanyaan yang satu ini penting untuk diperhatikan. “Jika saya meninggal, siapa yang akan meneruskan usaha dan membayar cicilan modal usaha?” Padahal, ketika Kamu meninggal, kredit tetap harus dilunasi.

Cobalah antisipasi masalah ini. Tanyakan agen asuransi terkait hal ini dan lakukan upgrade polis jika dibutuhkan. Jangan sampai keluarga Kamu menanggung beban besar setelah Kamu tiada.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.