kampung-iklim-sumampir-purbalingga
Pawarta

Didorong, Satu Kecamatan Ada Satu Kampung Iklim

BRALING.COM, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Tasdi ingin setiap kecamatan memiliki setidaknya satu Kampung Iklim pada tahun 2018 mendatang. Dem target itu, Pemkab Purbalingga siap mengatur anggarannya.

“Saya berkomitmen, pada 2018 paling tidak 1 kecamatan ada 1 kampung iklim. Nanti kita bantu stimulus dari APBD kabupaten Purbalingga,” kata Bupati Tasdi ketika pencanangan Program Kampung Iklim (Proklim) di Desa Sumampir, Rembang, Selasa 19 September 2017.

Pencanangan itu juga dihadiri Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Ammy Rita Manalu.

Bupati mengatakan pelestarian lingkungan tidak hanya cukup disokong dengan program pemerintah kabupaten, namun juga dari berbagai pihak yang ada di Kota Perwira ini.

“Saya hari ini tidak sekadar mencanangkan Desa Sumampir sebagai Kampung Iklim. Tetapi yang lebih penting bagaimana menggerakan langkah kita untuk bersama-sama melestarikan lingkungan hidup. Mindset kita harus berubah,” katanya.

Bupati berharap, Kampung Iklim di Desa Sumampir menjadi percontohan di Kota Braling. “Nanti desa Sumampir kita bantu Rp 100 juta, biar nanti ada inovasi-inovasi baru. Tidak hanya satu kadus, namun satu desa menjadi percontohan kampung iklim di kabupaten Purbalingga,” katanya.

kampung-iklim-sumampir-purbalingga
Kampung Iklim di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Purbalingga dikonsep sebagai wahana wisata dan pendidikan lingkungan.

Ammy Rita Manalu menjelaskan bahwa di Provinsi Jawa Tengah, saat ini baru ada 28 kabupaten/kota yang memiliki kampung iklim dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Gerakan Proklim menyebar di desa-desa lain, tak hanya di Sumampir.

Harapannya, kampung iklim di Desa Sumampir, dapat terus dikembangkan. “Dengan semangat yang luar biasa ini, saya pikir tidak mustahil ini akan menjadi tren yang baik bagi wilayah kabupaten Purbalingga,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Purbalingga, Agus Winarno menuturkan bahwa program Proklim sudah disosialisasikan ke kepala desa dan lurah, melaksanakan lomba kampung hijau, memfasilitasi adanya bank sampah hingga kampung hijau.

Kabid Pengelolaan Sampah, Bahan Berbahaya Beracun dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, DLH Purbalingga, Sukirto menambahkan, komitmen masyarakat Desa Sumampir terhadap lingkungan menjadi pertimbangan untuk menjadi Kampung Iklim.

Masyarakat bahkan melakukan pencegahan dampak bencana alam serta membuat peraturan lokal dalam upaya pengelolaan lingkungan. “Tadi dilakukan penandatanganan peraturan desa oleh kepala desa dan BPD tentang Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Sumampir,” kata Sukirto.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.