investasi-wisata-purbalingga-serang
Plesir

Investor Korea Siap Kucurkan Rp 97,5 M ke Desa Serang

BRALING.COM, PURBALINGGA – Setelah banyak berinvestasi di ranah industri bulu mata dan rambut palsu di Kabupaten Purbalingga, para pengusaha dari Korea Selatan mulai menjajal peruntungan dengan berinvestasi di sektor pariwisata.

Sasaran investasinya adalah Desa Serang, di Kecamatan Karangreja. dari keterangan pers yang diterma Braling.com, nilai investasinya di lahan seluas 24 Hektare tersebut juga lumayan besar, yakni sekitar Rp 97,5 Miliar.

Investor asal Korea Selatan, Kang Jun Ho menjelaskan bahwa kawasan wisata itu akan dibangun sebagai resort yang dilengkapi dengan Smile Flower Garden. “Fasilitasnya yaitu taman bunga, cottage, camping site, horse riding square, restoran dan kereta listrik,” katanya, Minggu 24 September 2017.

Kang menjelaskan bahwa pembangunan akan dilakukan dua tahap selama dua tahun. Pihaknya siap melakukan MoU setelah proses legalitas tanah selesai. Pembangunan kawasan dengan sistem sewa tanah selama 20 tahun.

Sebagai informasi, Kang Jun Ho pada September 2016 silam juga telah paparan kepada pemerintah kabupaten untuk investasi wisata di Desa Binangun Mrebet dan Bumisari, Bojongsari. Nilai investasinya sekitar Rp 75 M.

Wujud investasi melalui PT Kokorin juga serupa dengan rencana di Desa Serang, yakni di sektor pariwisata. Namun, belum terang kenapa rencana di dua desa itu tidak kunjung terwujud.

Baca: Pengusaha Asal Korea Selatan Incar Desa Binangun Dan Bumisari

Kepala Desa Serang, Sugito mengatakan, investor menyanggupi permintaan masyarakat pemilik tanah dengan biaya sewa tanah Rp 12 juta perhektar pertahun. “Sistem pembayaran pemilik tanah 3 tahun pertama dibayar langsung, tahun selanjutnya biaya sewa sebesar naik 5% per tahun,” katanya.

Bupati Purbalingga, Tasdi akan menyokong investasi itu dengan membuka akses menuju resort. “Pemkab hanya berperan sebagai mediator, yang terpenting terjalin kesepakatan antar investor dan pemilik tanah sekaligus warga sekitar menuju resort. Rencananya jalan akan diperlebar 6 meter, kata Bupati Tasdi.

Bupati menghimbau pemerintah desa membantu proses untuk legalitas tanah milik warga. “Ya segera dirembug untuk sertifikat tanahnya, jadi kedua pihak sama-sama diuntungkan,” kata dia.

Pembangunan resort diyakini akan menambah daya tarik wisata. Apalagi, investor juga akan menyinergikan bisnisnya denan rest area. “Sekaligus berpeluang membuka 500  lowongan pekerjaan, 350 diantaranya untuk warga sekitar. Selain itu membuka penyediaan kios serta peluang wirausaha, salah satunya usaha cinderamata,” kata dia.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.