investasi-2018
Pawarta

Kapolri Polri Akan Menjamin Stabilitas Investasi di Tahun Politik

BRALING.COM, JAKARTA – Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah berkembang menjadi negara tujuan investasi yang menarik di mata dunia. Lalu, bagaimana dengan datangnya peluang ekonomi Indonesia ketika tahun politik kian mendekat?

Kalangan bisnis sendiri masih punya rasa optimisme meskipun tahun depan sudah mulai diramaikan dengan gelaran pemilihan kepala daerah. Dan kemudian di tahun selanjutnya sudah mulai ada pemilu.

“Untuk berinvestasi ke pasar modal, para investor harus memperhatikan aspek ekonomi dan politik dalam negeri. Selain dua hal tersebut, aspek kepemimpinan nasional juga perlu mendapat perhatian dari para pelaku pasar modal,” kata Friderica Widyasari, Direktur Utama  PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, 20 November 2017.

Menyambut tahun politik di tahun 2018 dan 2019, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, Pemerintah RI dan seluruh jajaran Kepolisian RI serta TNI akan menjamin situasi dan kondisi tetap aman.

Karenanya, Kapolri menghimbau agar pelaku ekonomi tetap yakin dengan pemerintah dan aparat keamanan. “Tugas kami akan semakin mudah dalam mengamankan pesta politik, bila para kontestan di pilkada menggunakan program sebagai adu keunggulan. Bukan menggunakan isu-isu yang berpotensi menciptakan disintegrasi,” tegas Kapolri Tito.

Secara umum, kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian Asia Tenggara ialah kawasan yang paling aman untuk berinvestasi. Walaupun, di beberapa wilayah di kawasan ini sedang terjadi gejolak sosial dan politik namun tak pernah ada perang.

“Indonesia sudah dalam jalur yang benar untuk menjadi negara yang dominan di tingkat global. Untuk menjadi dominan, ekonomi harus kuat. Syarat menjadi kuat dalam ekonomi adalah kemampuan produksi yang kuat dengan ditopang oleh populasi besar, sumber daya alam melimpah, dan wilayah yang luas,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian seperti dikutip dari Marketeer.com.

 

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada A Tony Prasetiantono menambahkan tahun depan perekonomian Indonesia masih tumbuh di kisaran 5%.

Akan tetapi, ada beberapa hal positif yang bisa membuat ekonomi tumbuh lebih dari 5,3%. Faktor-faktor tersebut antara lain, stabilitas harga komoditas, nilai rupiah, peningkatan investasi, serta capital inflows dan inflasi rendah.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.