nilai inflsi purbalingga tahunan
Pawarta

Faktor Penekan Inflasi Purbalingga di Dua Tahun Terakhir

BRALING.COM, PURBALINGGA – Dibandingkan kabupaten lain di Jawa Tengah bagian selatan, Kabupaten Purbalingga mencatatkan inflasi terendah selama tahun 2016 dan 2017. Jika pada tahun 2016 angka inflasi tercatat di Purbalingga 2,39%, sementara pada tahun 2017, angka inflasi di Purbalingga 3,72%.

Sementara angka inflasi pada bulan Januari 2018, di Purbalingga tercatat di 0,98%. Nilai inflasi tersebut masih lebih rendah dibanding dengan nilai inflsi di Kabupaten Banyumas yang mencapai 1,29% dan Kabupaten Cilacap mencapai 1,33%.

“Jika dibandingkan dengan inflasi nasional, angka inflasi di Purbalingga juga lebih rendah. Pada tahun 2016 angka inflasi nasional 3,02%, sedang tahun 2017 sebesar 3,61,”kata Kepala Badan Pusat Statistik Purbalingga, Ir Supri Handayani pada rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di ruang rapat bupati, Selasa 20 Februari 2018.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Purbalingga, angka inflasi di Kabupaten Purbalingga dipengaruhi oleh harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif Dasar Listrik (TDL), kenaikan pengurusan STNK, pembayaran tagihan telepon, kenaikan tarif angkutan, dan pembayaran tagihan PDAM.

Kepala BPS Purbalingga Supri Handayani menjelaskan, inflasi administratif seperti kenaikan pengurusan STNK menjadi faktor yang tidak bisa dikesampingkan. Program Bupati seperti pembagian beras gratis disebutnya berkontribusi menekan angka inflasi di Purbalingga. Namun, Supri Handayani menggaris bawahi angka inflasi menjadi acuan Kabupaten Purbalingga menaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Purbalingga.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.