Pawarta

Jangan Sampai Ada Kampanye Pilgub Jateng di Tempat Ibadah

BRALING.COM, PURBALINGGA – GP Ansor dan Gusdurian mengingatkan seluruh elemen di penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2019 untuk tidak menggunakan tempat ibadah sebagai tempat kampanye.

Jangan sampai tempat ibadah menjadi ajang kampanye calon bahkan jangan sampai ada ceramah keagamaan di tempat ibadah itu yang dijadikan mediauntuk menyerang pihak lawan politik dengan informasi yang belum pasti kebenarannya.

Wakil Sekretaris Jenderal GP Ansor pusat, KH Ulil Archam berkata, tempat ibadah seperti masjid bukan sarana kepentingan politik praktis. Karena masjid merupakan tempat untuk menyampaikan dam mengajak kebaikan, bukan digunakan sebagai tempat kampanye.

“Fungsikan sesuatu sebagaimana mestinya, termasuk tempat ibadah. Dan ceramah di masjid bukan media menyerang orang lain, apa lagi lawan politik,” kata Ulil Archam, Minggu 25 Maret 2018.

Tapi, lanjut Gus Ulil, jika isi ceramah di masjid untuk mengajak umat berpatisipasi dalam pemilu atau pilkada tentu diperolehkan. Kewajiban masyarakat adalah mendukung program pemerintah.

Pemilu atau pilkada merupakan perangkat negara karena dari situ akan terpilih wakil rakyat dan pemimpin. “Dimanapun termasuk di tempat ibadah tidak masalah digunakan untuk mengajak umat menyukseskan kegiatan tersebut. Yang terpenting tidak ada arahan pada personal,” katanya.

Koordinator Gusdurian Purbalingga, KH Basyir Fadlulloh mengatakan, saat tahun politik, tempat ibadah bisa menjadi lokasi masuknya kepentingan politik praktis. Ini karena, pemuka agama dinilai memiliki kemampuan memengaruhi jemaat untuk memilih salah satu calon pemimpin.

“Jamaah juga harus bisa berfikir dengan kepala dingin terhadap ceramah yang disampaikan pemuka agama, apakah bermuatan politis atau tidak,” kata Pengasuh Ponpes Minhajut Tholabah, Kembangan, Bukateja.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.