ASN Purbalingga
Pawarta

Bupati Purbalingga Tegaskan Standar Kenaikan Pangkat ASN, 14 ASN Batal Naik Pangkat

BRALING.COM, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Tasdi menegaskan tidak akan asal-asalan dalam menyetujui kenaikan pangkat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Perwira. Bupati Tasdi ingin kenaikan pangkat memang diberikan kepada ASN yang berkinerja baik.

Kenaikan pangkat disesuaikan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. Poin penilaiannya di antaranya aspek kinerja, golongan terakhir hingga item penilaian lainnya.

“Mulai kepemimpinan saya, kita masukan persyaratan tambahan dengan melampirkan absensi pegawai baik absensi manual maupun elektronik,” kata Bupati Tasdi saat Apel Gabungan dan Penerimaan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat periode 1 April 2018 bagi 483 ASN di Halaman Pendapa Dipokusumo, Selasa 17 April 2018.

Kenaikan pengkat dinilai sesuai dengan syarat-syarat kenaikan pangkat dalam ketentuan PP 12 tahun 2002. Namun di Kabupaten Purbalingga kenaikan pengkat diberikan untuk ASN yang absennya bolong-bolong dan berangkatnya seenaknya.

“Saya mohon maaf karena tahun ini ada 14 ASN yang tidak saya tandatangani usulan kenaikan pangkatnya. Yang saya cari adalah pejabat yang benar-benar memiliki pengabdian yang tinggi. Pejabat tapi kinerjanya jelek, Saya tidak mau teken kenaikan pangkatnya,” Bupati Tasdi menjelaskan.

Penerimaan SK Kenaikan Pangkat di pekan ini terdiri dari SK kenaikan pangkat untuk ASN golongan IV sebanyak 28 orang, golongan III 319 orang, golongan II 125 orang dan golongan I sebanyak 11 orang.

“Kepada 483 ASN yang sudah diterbitkan SK kenaikan pangkatnya, Saya ucapkan Selamat dan Sukses. Semoga menjadi orang yang tepat mendapat penghargaan kenaikan pangkat dan berefek kepada kenaikan kinerja dan kenaikan kesejahteraanya,” kata dia.

Bupati menambahkan, bahwa penandatanganan SK kenaikan pengkat tidak semuanya menjadi kewenangan bupati, tetapi juga oleh pejabat lainnya seperti Presiden untuk golongan ruang IV/c keatas, gubernur (gol IV/a dan IV/b).

Masing-masing kenaikan pangkat tersebut ditetapkan oleh pajabat yang berwenang setelah  mendapat pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal inilah yang menyebabkan penyerahan SK Kenaikan Pangkat tidak selalu tepat waktu sesuai dengan jadwal periodenya.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.