golaga purbalingga
Pawarta

Goa Lawa Ditutup Hingga Lebaran 2018, Ini Rencana Penataannya menjadi Golaga

BRALING.COM, PURBALINGGA – Rencana memoles Obyek Wisata Goa Lawa menjadi destinasi wisata goa level Asia sudah dimulai. Nama Goa Lawa akan diubah menjadi Golaga dan kawasan akan mengalami penataan secara total.

Rencana penataan destinasi yang berada di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, ini sudah lama digaungkan Pemkab Purbalingga. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Bupati Tasdi menyebut Golaga dalam satu rangkaian kawasan wisata Golaga, Kutabawa dan Serang atau keren disebut Golaga.

Karena untuk mempercepat penataan Goa Lawa, Pemkab Purbalingga menutup operasional goa ini mulai 2 April hingga 12 Juni 2018 mendatang. Sekarang ini, pembangunan dan penataan tahap pertama sudah mulai dilakukan.

Direktur PD Owabong, Hartono yang menjadi tim kreatif penataan Golaga menyebutkan, kedepan Golaga tidak hanya bersandar pada eksotisme goa. Secara bertahap, Golaga akan memiliki fasilitas yang berstandar internasional.

Di Golaga akan ada resort di atas pohon, tree restaurant, meeting room pohon, camping tree, zip bike tree, tree top, kemudian akan ada museum kelelawar, penangkaran kelelawar, dan interactive mini zoo.

“Untuk resort ekslusif diatas pohon, nantinya akan menjadi resort ekslusif satu-satunya di Indonesia. Villa-villa kayu unik itu nangkring di atas pohon sekitar 30 unit. Antara satu villa dengan lainnya dihubungan dengan jembatan gantung,” kata Hartono.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Purbalingga, Prayitno mengatakan target pembenahan Golaga tahap awal akan selesai pada pertengahan bulan Juni 2018. Diharapkan, pada libur lebaran tahun ini sudah bisa dikunjungan wisatawan.

Secara bertahap kemudian, pembenahan terus dilakukan untuk mempercantik kawasan wisata Gokuse atau Sekugo. “Dengan pembenahan Golaga, paling tidak Golaga akan menjadi daya tarik wisata berkelas, dan ditargetkan akan mampu dikunjungi lebih dari 200 ribu wisatawan per tahunnya,” kata Prayitno.

Kata Prayitno, setiap tahunnya, Goa Lawa Purbalingga baru mampu menyedot maksimal 60 ribu wisatawan. “Dengan pembenahan yang tengah dilakukan ini, nantinya daya pikat yang dijual tidak saja hanya di dalam goa saja, tetapi juga rangkaian daya pikat di luar goa seperti sejarah budaya, mitologi, dan lingkungan,” kata dia.

Bupati Purbalingga, Tasd pembenahan Golaga menjadi salah satu komitmen Pemkab Purbalingga untuk membuat Kota Perwira sebagai salah satu tujuan destinasi di Jawa Tengah, bahkan nasional.

“Pembenahan perlu kami lakukan, agar ada terobosan baru daya taruk wisata di Purbalingga yang kini menempati peringkat ke-empat kunjungan wisata di Jateng,” kata Tasdi di Pendapa Dipokusumo, Kamis 5 April 2018.

Keberadaan Bandara Jenderal Soedirman dan exit toll di Pemalang, Purbalingga harus mengambil peluang untuk mengembangkan berbagai sektor, salah satunya sektor pariwisata.

“Kami meyakini, pengembangan sektor pariwisata akan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar. Pengembangan wisata Golaga juga tetap memperhatikan aspek lingkungan dan budaya masyarakat,” kata Tasdi.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.