Pawarta

Pesan Shinta Gus Dur Prihatin dengan Radikalisme dan Aksi Terorisme

BRALING.COM, PURBALINGGA – Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid atau Shinta Gus Dur prihatin dengan gencarnya aksi radikalisme yang menginginkan penyeragaman serta aksi terorisme di Indonesia.

Menurut Shinta Gus Dur, aksi radikalisme serta terorisme yang terjadi beberapa saat sebelum Bulan Ramadhan ini merupakan ancaman nyata bagi keberagaman yang ada di Indonesia.

Saat sahur bersama Pemkab, tokoh lintas agama dan warga masyarakat Purbalingga di Pasar Segamas, Selasa 22 Mei 2018, Shinta berkata, Indonesia adalah Negara majemuk yang tidak dimonopoli oleh sebuah keyakinan, suku, rasa atau golongan saja.

Bahkan ia menyebut harta berharga bangsa ini ialah keberagaman. “Warga Purbalingga harus menjadi contoh keberagaman yang ada di Indonesia. Menjaga kondusifitas di tengah perbedaan adalah hal mutlak yang harus dilakukan seluruh penghuni NKRI,” katanya.

Pada momen tersebut, Shinta Gus Dur tidak lupa menyampaikan pesan Ramadhan yaitu tentang ajaran kesabaran, kejujuran, keadilan dan tolong menolong yang harus diemban.

Di akhir tausiyahnya, Shinta berharap agar warga Purbalingga mengembangkan kearifan dalam kehidupan berbangsa serta menegaslan Negara Kesatua Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

“NKRI adalah harga mati. Warga Purbalingga harus menjaga kearifan dalam kehidupan berbangsa agar tercipta harmoni di masyarakat,” kata Shinta.

Sementara itu, Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi berkata Purbalingga tetap kondusif meskipun baru-baru ini Indonesia berduka dengan serangkaian aksi teror. Warga Purbalingga tetap solid menjaga NKRI dengan kebhinekaan serta tetap mengedepankan toleransi.

“Warga Purbalingga tetap kondusif dan tidak terpengaruh dengan isu destruktif yang berhembus. Warga Purbalingga cukup dewasa untuk menanggapi isu,”kata Wabup Tiwi.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.