tips marketing
Gaya Pawarta

Ini Hal yang Paling Dibahas Netizen Selama Ramadhan

BRALING.COM, PURBALINGGA – Isenstia yang merupakan perusahaan intelejen media yang memantau media sosial menemukan, mobil menjadi moda transportasi yang paling banyak diperbincangkan netizen untuk perjalanan mudik Lebaran.

Sementara kurma menjadi makanan yang paling populer sebagai menu berbuka puasa. Sekitar 37% dari 91.614 percakapan di berbagai media sosial memperbincangkan mobil sebagai moda transportasi mudik.

Preferensi ini disusul oleh perbincangan mudik menggunakan kereta 19%, motor 17%, bus 11%. Sedangkan kapal laut dan pesawat terbang masing-masing sebesar 8% dan 7%.

“Ten topik mudik menggunakan mobil salah satunya dilatarbelakangi oleh banyaknya program mudik gratis menggunakan mobil atau pun tawaran lainnya, seperti program bensin gratis, servis mobil gratis selama Ramadan, juga promo diskon mobil selama bulan puasa,” kata  Rendy Ezra, Insight Manager Isentia, seperti dikutip dari Marketeer.com.

Kemudian, sebanyak 41% pengguna sosial media memilih kurma sebagai makanan untuk berbuka puasa. Gorengan menjadi favorit netizen berikutnya, yaitu sebanyak 37%, diikuti oleh preferensi berbuka puasa dengan kolak 17% dan lontong 5%.

Kedua tren tersebut muncul berdasarkan hasil monitoring Isentia terhadap berbagai kanal media sosial dari rentang periode 1 Januari hingga 16 Mei 2018 kemarin.

Twitter masih merupakan kanal media sosial yang paling banyak dipergunakan, yakni sebesar 68,5%, diikuti penggunaan berbagai forum 18,7%, serta Facebook dan Twitter yakni sebesar 7,2% dan 5,4%.

“Temuan ini bisa dijadikan sebagai acuan, khususnya bagi company untuk melakukan sebuah acara atau tema kegiatan mereka di bulan Ramadhan. Sebagai contoh, ada perusahaan yang membagikan 3 ton kurma selama bulan Ramadan ini kepada masyarakat sebagai bagian dari aksi korporasinya, ada pula yang membagikan takjil dan buah kurma untuk berbuka puasa, dan sebagainya,” kata Rendy menjelaskan.

Isentia merupakan perusahaan analisa dan monitoring media berbasis Australia, didirikan pada tahun 1982 di Melbourne oleh Neville Jeffress. Mulanya, Isentia hanya menyajikan pemantauan terhadap media tradisional. Namun seiring perkembangan jaman, pemantauan media sosial juga dilakukan oleh Isentia dan diterapkan di Indonesia sejak tahun 2011.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.