Pawarta Pilihan

Soal Media Jalan & Trotoar, Begini Kata Plt Bupati Tiwi

BRALING.COM, PURBALINGGA – Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengecek lokasi rencana pembangunan media jalan dan juga trotoar di kawasan perkotaan yang memancing pro dan kontra di masyarakat.

Bersama dengan Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan inspektur Inspektorat, Plt Bupati Tiwi meninjau lokasi pembangunan median jalan dan trotoar di Jalan MT Haryono.

“Karena sudah terlelang otomatis kegiatan sudah tidak bisa di-cancel. Akan tetapi bagaimana agar kita mengantisipasi, mensiasati  guna menanggapi masukan dari masyarakat,” kata Plt Bupati Tiwi, Senin 25 Juni 2018.

Seperti diketahui, proyek median jalan di Jalan MT Haryono, Jalan Yosomiharjo dan Jalan Kolonel Sugiri Bobotsari mendapatkan penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. Proyek ini dibuat saat Tasdi masih aktif sebagai Bupati Purbalingga.

Plt Bupati Tiwi menawarkan solusi supaya lebar median jalan perlu dikurangi. Bahkan jika memungkinkan untuk mengganti ruang yang telah termakan median. Jika usulan itu goal, maka kemungkinannya akan ada pengurangan lebar trotoar masing-masing 25 cm, demi lebar badan jalan tetap seperti sekarang.

“Namun yang pasti, pada kali ini kami memutuskan untuk mengurangi panjang median,” kata Tiwi. Dengan begitu jika di perencanaan median jalan akan sampai ke Jembatan Kelurahan Karangsentul, maka akan dikurangi sepanjang 30 meter.

Sementara itu, mengenai trotoar merah yang banyak membuat masyarakat terpeleset sehingga memicu protes warga dan belum genap berumur satu tahun itu akan kembali direnovasi.

“Untuk menanggapi masukan dan keluhan dari masyarakat terkait dengan trotoar yang licin, membahayakan pejalan kaki, banyak mencelakakan, oleh karenannya kami di APBD Perubahan akan menganggarkan penggantian keramiknya, mau model seperti apa akan dibahas nantinya,” kata Tiwi.

Kepala DPUPR Purbalingga, Priyo Satmoko menjelaskan pembangunan median Jl MT Haryono telah terlelang senilai Rp 850 juta. DPUPR siap untuk akan mengkaji ulang khususnya dalam menyiasati konstruksi.

“Terkait pengurangan lebar median, kami masih belum bisa menentukan seberapa lebar pengurangannya. Sebab harus dikaji lagi melihat aspek kekuatan konstruksi. Kemudian jenis pohon yang cocok untuk ditanam untuk median pada yang dipersempit juga sepertinya perlu dipertimbangkan lagi,” kata Priyo.

BANGKIT WISMO

One thought on “Soal Media Jalan & Trotoar, Begini Kata Plt Bupati Tiwi”

  1. Pembangunan infrastruktur idealnya mempertimbangkan dampak thd ekonomi dan lingkungan. Nilai estetik juga perlu diperhatikan selain daripada faktor keinginan semata. Semoga mjd lbh baik Purbalingga ku

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.