Plesir

Begini Rencana Purbalingga Untuk Menjadi Destinasi Wisata Unggulan

BRALING.COM, PURBALINGGA – Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi meminta sektor pariwisata di Kota Perwira terus digenjot. Menurutnya, terbukanya aksesabilitas ke Purbalingga memberikan peluang besar bagi bisnis pariwisata.

“Dengan selesainya exit tol di Pemalang, akan mempermudah pergerakan arus wisatawan ke Purbalingga. Demikian pula dengan tersedianya bandara udara nanti, akan banyak wisatawan yang datang ke Purbalingga,” kata Plt Bupati Tiwi.

Untuk itu, Pemkab Purbalingga pun telah memperbaiki infrastruktur di wilayah Kota Braling ini. Dengan begitu pelayanan terhadap wisatawan yang datang ke Purbalingga akan semakin maksimal.

Selain itu, Plt Bupati Tiwi juga mewacanakan dibentuknya Tourism Information Centre (TIC) di jalur strategis atau dekat lokasi daya tarik wisata. Tampaknya Pemkab lebih tertarik untuk membuat TIC di Jalan Raya Bojongsari.

Dijelaskan bahwa, TIC ini akan menjadi pusat layanan informasi wisata, pusat oleh-oleh serta tempat parkir bus besar yang hendak ke Owabong Family Park.

Kemudian, Pemkab juga akan menghadirkan event wisata yang terjadwal secara rutin dan mampu mengundang wisatawan. Event wisata itu sudah harus disiapkan sejak awal tahun sehingga wisatawan bisa menyiapkan jadwal kunjungan ke Purbalingga.

“Saat ini sudah ada beberapa event wisata seperti Festival Gunung Slamet, Festival Soedirman, Festival Grebeg Onje, Festival Congot, dan akan disiapkan festival yang sesuai dengan potensi dan produk khas Purbalingga seperti Festival Knalpot, Festival Rambut dan lainnya,” kata Tiwi.

kepala Dinas pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga Yanuar Abidin berkata, dinas sudah menjajaki lokasi TIC sekaligus pusat kuliner di sepanjang jalan raya Bojongsari.

Di jalur ini bisa juga dimanfaatkan untuk tempat parkir bus besar, saat parkir di halaman Owabong tidak mencukupi. Wisatawan nantinya dibawa dengan semacam kendaraan sutlle.

Yanuar menambahkan, lokasi ini sangat strategis, hanya kendala di areal parkir yang kurang luas. “Tempatnya bisa digunakan seperti pusat oleh-oleh di Bali, namun perlu penambahan tempat parkir yang agak luas agar mampu menampung bus besar dan kendaraan kecil,” kata Yanuar.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.