gula semut purbalingga
Pawarta

Peluang Bisnis Gula Semut di Pasar Internasional Terbuka Lebar

BRALING.COM, PURBALINGGA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah menyebutkan bahwa peluang bisnis gula semut sangatlah luar biasa. Hingga kini, permintaan ekspor 200 ton gula semut belum terpenuhi.

Perwakilan Disperindag Jateng, Priyo Jatmiko mengungkapkan hal itu ketika mengisi bimbingan teknis bagi pelaku usaha gula semut di eks-karesidenan banyumas, Senin 16 Juli 2018 di Owabong Cottage, Purbalingga.

Tingginya permintaan pasar luar negeri karena manfaat kesehatan dari gula semut. Pengolahan gula semut yang tanpa bahan kimia menjadi komoditas yang sangat diminati khususnya di Hongkong, Kanada, Timur Tengah dan Jerman.

Tingginya permintaan ekspor gula semut harus dibarengi dengan standariasi dari dinas terkait sehingga produk yang dihasilkan tidak mengecewakan. Karena itu, kata Priyo, kualitas pelaku usaha gula semut harus ditingkatkan.

“Karena ada beberapa aspek yang harus dipenuhi sehingga hasil yang ditawarkan mampu bersaing,” katanya. Pelatihan ini salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pengolahan gula semut secara terstandarisasi.

Kepala Dinperindag Purbalingga, Sidik Purwanto menuturkan, Pemkab Purbalingga terus berupaya membuka pasar bagi gula semut di Kota Perwira. Terutama pasar internasional.

“Nanti dalam waktu dekat diusahakan agar para kepala daerah mau untuk mempromosikan gula semut, Mudah-mudahan dengan intervensi dari para kepala daerah pamor gula semut akan semakin terangkat,” tutur Sidik.

Dinperindag Purbalingga juga telah melakukan sertifikasi kepada para pengolah gula dan menganggarkan Rp 600 juta bagi penderes di tujuh kecamatan penghasil gula kelapa.

“Gula semut atau pun gula kelapa di Purbalingga sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari usaha tersebut sudah bisa berkontribusi menyumbang angka IPM Purbalingga sebesar 8%,” kata Sidik.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.