Pawarta Pilihan

Tingkat Kekerasan Seksual Anak di Purbalingga Masih Tinggi!

BRALING.COM, PURBALINGGA – Tingkat kekerasan seksual yang dialami anak-anak di Purbalingga tergolong masih tinggi. Kondisi ini menjadi preseden buruk bagi tumbuh kembang anak di Kota Braling.

Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalsuk KBP3A) Purbalingga menemukan fakta bahwa kekerasan seksual pada anak-anak tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, namun juga sesama anak-anak.

Data Dinsosdalduk KBP3A Purbalingga menyebutkan tindak kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa pada tahun 2016 oleh 32 orang, tahun 2017 mencapai 12 orang dan tahun 2018 oleh 16 orang.

Sementara kekerasan seksual yang dilakukan oleh anak-anak. Tahun 2016 oleh 15 anak, tahun 2017 oleh 11 anak, dan tahun 2018 oleh 3 anak.

“Semoga tahun 2018, tindak kekerasan seksual tidak nambah lagi,” kata Kabid Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (P3A) pada Dinsosdalsuk KBP3A Purbalingga, Astutiningsih, Rabu 17 Juli 2018.

Astuti menyebutkan keluarga menjadi faktor penting dalam melakukan pencegahan tindak kekerasan pada anak. Keluarga yang harmonis serta pendidikan pendidikan seks secara dini sangat penting dalam masa tumbuh kembang anak.

Upaya yang dilakukan oleh Pemkab untuk menekan tindak kekerasan, jelas Astuti, salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap orang-orang di sekitar lingkungannya.

Kemudian membentuk sekretariat Tim Harapan yang bertempat di rumah sakit, Polres dan Dinsosdalduk KBP3A. “Apabila masyarakat menemui tidak kekerasan pada anak diharapkan segera melaporkan ke Tim Harapan, sehingga kami bisa memberikan pendampingan baik secara psikologis, kesehatan maupun secara hukum,” kata dia.

Pada tahun 2018, Kabupaten Purbalingga akan memperingati hari anak nasional yang akan digabung denghan hari keluarga nasional yang rencananya akan dilaksanakan 28 Juli mendatang di Pendopo Dipokusumo. Temanya Anak Indonesia, Anak Genius. Genius singkatan dari Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat.

Tujuannya agar semua lapisan masyarakat melakukan perlindungan serta pencegahan terhadap kekerasan pada anak baik yang dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.