dinas lingkungan hidup purbalingga
Pawarta

Purbalingga Gelar Lomba Kelurahan & Desa Bersih dan Hijau

BRALING.COM, PURBALINGGA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Lomba Kelurahan Desa Bersih dan Hijau (LKDBH) se Kabupaten Purbalingga Tahun 2018.

LKDBH yang digelar untuk meramaikan HUT Republik Indonesia ke 73 ini bakal diikuti oleh 14 kelurahan dan 18 desa perwakilan dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Purbalingga, 6-11 Agustus 2018.

“Ada lima indikator penilaian yang akan kami lakukan dalam LKDBH,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya Beracun dan Peningkatan Kapasitas DLH Kabupaten Purbalingga, Sukirto kepada wartawan.

Pertama, yakni tentang kelembagaan dan partisipasi masyarakat di kelurahan dan desa tersebut. Penilaian nanti akan dilihat dari kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan hidup.

“Ini bisa berupa bank sampah, Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R), bisa berupa forum-forum, bisa berupa aktivis tetapi yang jelas nanti akan kita cek bagaimana aktivitasnya bukan hanya sekedar cerita tapi ada bukti otentiknya,” jelas Sukirto.

Kedua, bagaimana desa atau kelurahan peserta lomba ini mengelola sampah dengan baik. Menurut Sukirto, penilaian pada indikator ini akan difokuskan pada nilai ekonomi. “Karena pada dasarnya tidak ada sampah kalau mau mengelola, jadi sampah itu kan kalau tidak diolah,” kata Sukirto.

Ketiga, kelurahan dan desa akan dinilai dari segi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dimanfaatkan oleh warga setempat. Keempat, terkait drainase di sekitar wilayah tersebut.

“Pastinya nanti akan dinilai dari segi kesejukan, kerindangan, RTH untuk penyediaan oksigen, untuk bermain dan lain-lain, terus masalah drainase di wilayah itu sudah terkoordinir dengan baik atau belum,” ujar Sukirto.

Kelima, dilihat dari segi sumber serapan di wilayah tersebut. Selain itu juga dilihat inovasi dan kreativitas warga desa maupun kelurahan yang memiliki keunikan dan dapat menjawab terkait persoalan lingkungan hidup.

“Seperti biopori atau ada kreativitas lainnya yang memang unik untuk bisa menjawab persoalan lingkungan hidup di wilayah tersebut,” imbuh Sukirto.

Dengan adanya LKDBH Tahun 2018, harapannya dapat memberikan semangat, energy positif kepad asemua pihak untuk dapat berpartisipasi secara aktif karena lingkungan hidup yang baik dan sehat itu merupakan kebutuhan bersama. LKDBH ini menjadi media untuk menstimulasi dan mendorong masyarakat untuk mengelola lingkungannya dengan baik.

“Kami juga akan memberikan hadiah kepada para pemenang dan nanti yang juara satu di Tingkat Kabupaten itu, akan kami kirim untuk diseleksi di Tingkat Provinsi yang insya allah akan dilaksanakan di bulan September dan Oktober,” terang Sukirto.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.