Kopi Purbalingga
Pawarta Plesir

4 Hal Menarik yang Harus Kamu Tahu dari Kopi Merdeka Purbalingga

BRALING.COM, PURBALINGGA – Purbalingga Business Center kembali menggelar Kopi Merdeka Purbalingga untuk kedua kalinya di Hotel Owabong, Sabtu 15 September 2018. Gelaran tahunan ini berlangsung sukses.

Sebagai event kopi terbesar di Purbalingga, Kopi Merdeka Purbalingga menghadirkan catatan yang menarik. Berikut ini beberapa fakta menarik dari gelaran Kopi Merdeka 2018 yang mengusung tema “Mari Bung Ngopi Kembali”.

Potensi Kopi Besar, Apresiasi juga Tinggi

Kopi Merdeka Purbalingga di tahun 2018 ini fokus untuk menyuguhkan kopi-kopi lokal dari Purbalingga. Mulai dari Kopi Siwarak, Kopi Sirandu, Kopi Kejobong, Kopi Kramat, Kopi Panusupan dan Kopi Makam.

Kopi dari desa di Purbalingga tersebut disajikan langsung oleh pegiat kopi dari desa dimana kopi itu berasal. Hanya dalam waktu sekitar empat jam, sekitar 500 cup kopi lokal Purbalingga terjual.

Selain penjualan dalam bentuk cup, kopi lokal Purbalingga yang dipacking juga diburu pengunjung. Bahkan ludes. “Ini salah satu indikasi bahwa, apresiasi masyarakat Purbalingga terhadap produk lokal, khususnya kopi semakin meningkat,” kata Chief Executive Officer (CEO) PBC, Afit Setiyadi.

Purbalingga Bersiap Buat Festival Kopi

Apresiasi yang tinggi terhadap produk lokal Purbalingga, khususnya kopi dan niatan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk menjadikan pariwisata sebagai core dalam pembangunan daerah membuat Purbalingga bersiap meluncurkan festival kopi.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Purbalingga, Yanuar Abidin mengungkapkan bahwa Pemkab Purbalingga sedang merancang festival kopi. “Yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak pelaku kopi,” kata Yanuar.

Anak Muda Motor Kolaborasi

Kopi Merdeka Purbalingga tidak hanya menyuguhkan kopi. Namun juga ada musik akustik dari The Pawn Band, stand batik dari Forum Pelaku Batik Purbalingga, stand kuliner dari Kampung Kuliner dan stand merchandise dari Komunitas Paras dan Seniman Sablon Purbalingga.

Selain itu juga ada penampilan dramatisasi puisi dari Katasapa. PBC juga melibatkan Kayulingga, Genpi Purbalingga, PD Owabong dan Dinas Koperasi dan UMKM Purbalingga dalam memeriahkan Kopi Merdeka Purbalingga 2018.

“Semangat kolaborasi ini yang sangat penting bagi anak muda di Purbalingga yang sedang terjun di dunia usaha. Karena sekarang memang sudah zamannya untuk terus kolaborasi,” kata Afit Setiyadi.

Kopi Menjadi Lokomotif Ekonomi Desa

PBC merancang Kopi Merdeka tahun 2018 ini sebagai ajakan agar masyarakat lebih aware terhadap produk lokal dari Kota Braling sekaligus memancing masyarakat untuk mau berwisata ke desa dimana kopi pilihan mereka berasal.

Kopi Merdeka, lanjut Afit Setiyadi, juga diharapkan menjadi stimulan bagi pelaku kopi lokal Purbalingga untuk meningkatkan kualitas produk, pemasaran serta pelayanan. Sehingga tren penjualan di pasar kopi semakin baik.

“Kopi Merdeka diharapkan bisa media menguji pasar kopi, sehingga kedepan pelaku-pelaku kopi itu akan mengetahui apa yang perlu dibenahi agar semakin banyak yang menyukai kopi dan berwisata ke desanya,” kata Afit Setiyadi.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.