korupsi bupati purbalingga tasdi
Pawarta

Hadi Iswanto didakwa Terima Suap Purbalingga Islamic Center

BRALING.COM, PURBALINGGA – Kabag Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Purbalingga Hadi Iswanto didakwa menerima uang suap Rp 115 juta untuk mengerjakan proyek pembangunan Purbalingga Islamic Centre.

Suap itu diberikan Bos PT Buaran Megah Sejahtera Hamdani Kosen. Hal ini diungkapkan jaksa KPK M Takdir, Senin 20 Agustus 2018. Hadi Iswanto sudah memasuki sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah.

“Yang menerima hadiah atau janji yaitu menerima uang seluruhnya sebesar Rp 115.000.000 dari Hamdani Kosen sebagai realisasi yang dijanjikan sebelumnya sebesar Rp 500.000.000 yang penyerahannya dilakukan oleh Librata dan Ardirawinata Nababan,” ucap jaksa KPK M Takdir.

Dikutip dari detik.com, Jaksa KPK menjelaskan, Hamdani Kosen merupakan kontraktor yang biasa mengerjakan proyek-proyek di Kabupaten Purbalingga. Dalam pengerjaan proyek tersebut, Hamdani biasa bekerja sama dengan Librata dan anaknya Librata, Ardirawata karena memiliki relasi pejabat di Jawa Tengah.

“Librata mengurus keperluan terkait pelaksanaan kegiatan proyek di kantor Bupati Purbalingga tanpa sengaja bertemu dengan Bupati Purbalingga Tasdi. Kesempatan itu dipergunakan Librata Nababan menyampaikan keinginan agar perusahaan milik Hamdani dapat tetap dapat mengerjakan proyek di Kabupaten Purbalingga,” jelas jaksa.

Kemudian, Hadi dipanggil Tasdi untuk memberikan arahan agar proyek tersebut diberikan kepada Hamdani karena Librata berjanji memberikan sejumlah fee. Tasdi pun meminta fee sebesar Rp 500 juta kepada Librata.

Tasdi menerima uang Rp 15 juta di Pendopo Bupati Purbalingga melalui ajudannya Bimatama Setya. Setelah itu, Tasdi juga menerima uang Rp 100 juta melalui Hadi dari Ardirawinata. Uang tersebut dimaksud untuk diserahkan kepada Tasdi.

“Terdakwa berupaya melarikan diri dengan menggunakan mobilnya menuju kantor Bupati Purbalingga untuk segera menyerahkan langsung uang sejumlah Rp 100 juta kepada Tasdi. Namun petugas KPK sudah menangkapnya,” ucap jaksa KPK M Takdir.

Hadi didakwa melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, Hamdani Kosen dan Librata Nababan didakwa memberikan uang suap kepada Bupati Purbalingga Tasdi. Tujuan suapnya biar perusahaan milik Hamdani menang lelang proyek pembangunan Purbalingga Islamic Centre.

Hamdani dan Librata didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.