Pawarta

Ini yang Perlu Diperhatikan Desa Wisata di Indonesia

BRALING.COM, PURBALINGGA – Kementerian Pariwisata mendorong desa-desa wisata di Indonesia untuk terus berkembang. Dorongan ini untuk mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara tembus 20 juta dan wisatawan nusantara mencapai 275 juta orang pada tahun 2019.

Karena itu, menurut Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata Dra Oneng Setya Harini MM desa wisata di Indonesia perlu menerapkan strategi branding, advertising dan selling.

Oneng Setya Harini mengatakan hal itu ketika mengisi Workshop Tata Kelola Desa Wisata se-Barlingmascakeb di Hotel Cor Purwokerto, Kamis-Jumat 30-31 Agustus 2018.

Kegiatan itu difasilitasi Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, juga menghadirkan pembicara dan pelaku praktisi desa wisata. Mereka adalah Asesor dan Praktisi desa wisata, Aris Widianto, Kabid Pariwisata pada Dinbudparpora Purbalingga, Prayitno dan Qomari Sigit, praktisi IT aplikasi desa wisata.

Pengelola desa wisata harus menyiapkan atraksi, aksesabilitas dan amenitas (3A) di desa wisata.. Kemudian strategi SMI dengan melakukan pembenahan SDM, masyarakat dan industri wisata.

“Kemenpar juga bersinergi dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam hal pengembangan desa wisata, hal ini karena dana yang dikucurkan pemerintah pusat ke desa melalui kemendes PDTT angat potensial untuk mengembangkan potensi desa wisata,” kata Oneng.

Oneng menegaskan, dalam hal pengembangan desa wisata perlu diperhatikan posisi desa sebagai inti budaya dan  kearifan lokal masyarkat Indonesia, kemudian masyarakat sebagai pemilik, pelaku dan pengelola desanya sebagai desa wisata, dan host – visitor dengan konsep kesetaraan, saling menghormati, serta komunitas sebagai  penggerak pengembangan desa wisata.

“Dengan pelibatan juga harus dipahamai pariwisata sebagai alat, bukan sebagai tujuan untuk mencapai nilai keberlanjutan  ekonomi, sosial dan lingkungan,” kata Oneng dalam workshop.

Pengelola desa wisata harus memperhatikan produk wisata yang disukai wisatawan. Berdasar pendataan Kemenpar produk wisata tertinggi ada pada wisata budaya, wisata alam dan produk wisata buatan.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.