Pawarta

Sambut Bandara, Purbalingga Bersiap Luncurkan BLK Kebandaraan

BRALING.COM, PURBALINGGA – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) Purbalingga, Gunarto mengatakan bahwa Dinaker Purbalingga berencana membuka balai latihan kerja (BLK) dengan spesifikasi kelas kebandaraan.

Gunarto mengungkapkan rencana itu ketika berbciara di Business Gathering yang diprakarsai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Purbalingga, Kamis 13 September 2018 di Gedung Andrawina Owabong Purbalingga.

BLK tersebut merupakan respon dari rencana keberadaan bandara komersil di Purbalingga. Dinaker Purbalingga ingin ketika bandara kelak telah terbangun dan siap beroperasi, tenaga kerja asli Purbalingga harus terserap.

Menurut Gunarto, salah satu cara agar sumber daya manusia (SDM) Purbalingga siap dan mampu adalah membentuk kelas kebandaraan pada BLK Dinaker sehingga mereka tidak gagap dengan pembangunan yang ada. “Jangan sampai anak-anak kita hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” kata Gunarto.

Dinaker Purbalingga juga menginformasikan saat ini Jepang membutuhkan banyak tenaga kerja dalam menyambut olimpiade 2020. Dia mengajak pemuda Purbalingga untuk mengikuti program magang ke Jepang.

Harapannya, mereka bisa mengetahui bagaimana disiplinnya Jepang memberlakukan jam kerja dan hal lain yang menunjang kinerja. “Jepang sekarang sedang butuh tenaga kerja lumayan banyak menyambut olimpiade 2020. Silakan kalau ada yang minat magang ke Jepang,” ujar Gunarto.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Purbalingga, Rocky Junjunan mengingatkan adanya tantangan ketenagakerjaan saat ini adalah tenaga kerja manusia kemungkinan akan tergantikan oleh gadget.

Era yang disebut dengan revolusi industri 4.0 ini menuntut semua orang mampu menyikapi dengan baik dengan cara mengembangkan diri dan menyesuaikan diri akan teknologi.

“Revolusi industri 4.0 yang mulai diperkenalkan tahun 2011 ini harus dipersiapkan dengan baik. Di Purbalingga saya lihat belum siap menghadapi era ini. Maka dari itu peran serta semua pihak sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Apindo berharap kurikulum dalam pembelajaran perlu disisipi dengan kesiapan menghadapi revolusi industri 4.0 tersebut. Dirinya tidak ingin nantinya generasi di Purbalingga tergilas oleh persaingan zaman yang semakin ketat.

“Jangan sampai anak-anak di Purbalingga tergilas dengan perkembangan zaman. China yang dulu miskin namun mampu membaca era, mereka sekarang menjadi raksasa ekonomi dunia,” kata Ketua Apindo Purbalingga.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.