korupsi bupati purbalingga tasdi
Pawarta

Tasdi Menyebut Ada Aliran Dana Mengalir ke Pemenangan Pilgub Jateng 2018

BRALING.COM, PURBALINGGA – Tasdi kembali diperiksa KPK. Setelah mengakui menerima uang suap dari proyek Purbalingga Islamic Center, Tasdi mulai bicara soal uang yang mengalir ke kegiatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Jawa Tengah.

Tasdi yang juga merupakan Bupati Purbalingga, Nonaktif menyebut, uang suap tersebut mengalir ke Pilgub Jateng 2018 melalui Wakil Ketua DPR RI sekaligus kolega di PDI-Perjuangan, Utut Adianto.

Kepada wartawan selepas pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Tasdi mengungkapkan, Utut banyak membantunya untuk melaksanakan kegiatan PDI-Perjuangan di Jawa Tengah sebagai sesama kader PDIP Perjuangan.

“Pak Utut itu bantu ke saya untuk kegiatan partai selaku kader partai, sesama kader partai,” kata Tasdi seperti dikutip dari okezone.com, 19 September 2018.

Disebutkan, ada uang yang mengalir dari Utut Adianto untuk ke PDI Perjuangan. Salah satu uang yang dialirkan Utut tersebut untuk kegiatan Pilgub di Jawa Tengah.

Menurut Tasdi, uang dari Utut adalah sebagian dari Rp 500 Juta yang pernah ia sampaikan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Senin 17 September 2018 lalu. Ketika itu, Tasdi menjadi saksi untuk empat terdakwa yang sudah ditetapkan.

‎”Ya dari Pak Utut itu (uangnya) ke partai bukan ke saya. Iya (uangnya) ke kegiatan di Pilgub Jawa Tengah,” kata Tasdi, lagi.

Selasa 18 September 2018, KPK telah memeriksa Utut ‎Adianto terkait suap proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center yang menyeret Tasdi dan Ketua ULP Kabupaten Purbalingga, Hadi Iswanto. Utut dipanggil sebagai saksi.

Utut mengungkapkan ada sekitar 11 pertanyaan yang dilayangkan penyidik. Di antaranya, pertanyaan tentang hubungannya dengan Tasdi yang merupakan mantan kader partai berlambang banteng moncong putih.

‎”Ya ada 11 pertanyaan mengenai mantan kader kita Pak Tasdi. Ya nanyain hubungannya. Saya rasa cukup ya,” ungkap Utut. Kepada KPK, utut tidak mengelak jika dirinya punya kepentingan di daerah Purbalingga.

Alasannya, karena Purbalingga masuk ke dalam dapilnya. “Memang saya dari Purbalingga dapil saya kan Purbalingga, Kebumen dan Banjarnegara,” kata Utut kepada wartawan.

KPK telah menetapkan Tasdi sebagai tersangka atas dugaan suap senilai Rp 100 juta dari proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap 2 dengan nilai proyek Rp22 miliar.

KPK juga menetapkan empat tersangka lain. Keempatnya ialah Kabag ULP Pemkab Purbalingga Hadi Iswanto (HIS) serta tiga orang lain dari pihak swasta yaitu Hamdani Kosen (HK), Librata Nababan (LN), dan Ardirawinata Nababan (AN).

Tasdi dan Hadi selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Hamdani, Librata, dan Ardirawinata sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.