Pawarta

3 Hal yang Disorot KPK saat Datang ke Purbalingga

BRALING.COM, PURBALINGGA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI datang ke Purbalingga dalam tajuk Road Show Bus KPK “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi”, 23 Oktober 2018. Seharian di Purbalingga, KPK menyoroti tiga hal ini.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat pembukaan acara di Pendapa Dipokusumo Purbalingga berbicara soal pentingnya Inspektorat di daerah, khususnya di Kota Perwira untuk lebih mempunyai daya.

KPK mewacanakan usulan agar Inspektur Inspektorat tidak lagi diangkat oleh bupati namun diangkat dan diberi SK oleh Gubernur. Sementara Inspektur Inspektorat di pemprov diangkat dan diberi SK oleh Menteri Dalam Negeri.

“Agar inspektur Inspektorat lebih bertaji lagi, diharapkan diangkat oleh pimpinan yang berada satu tingkat di atas kepala daerah bersangkutan,” kata Alex saat memberikan sambutan.

Alasannya, demi mengurangi risiko konflik kepentingan ketika Inspektorat bertugas. Pegawai Inspektorat tak akan bisa bekerja optimal jika ada bayang-bayang “teror” dari kepala daerah yang mengangkatnya.

Ketika sesi talkshow, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata kembali mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengatasi hadirnya tindak pidana korupsi. Kata dia, pendidikan anti korupsi harus ditanamkan sejak dini dari keluarga.

Gerakan anti korupsi lanjut Alex harus didukung oleh para isteri yakni dengan gerakan Saya Perempuan Antikorupsi atau SPAK. Ibu-ibu yang dirumah agar mengawasi suaminya dengan adanya transparansi keuangan.

Misalnya seorang isteri yang mengetahui besarnya penghasilan suaminya kalau tiba-tiba suaminya beli mobil baru, isterinya bisa menanyakan uangnya dari mana.

Adanya transaparsi keuangan keluarga supaya anak juga mempunyai kesadaran dan mengukur tingkat konsumsi ketika meminta membeli sesuatu, apakah kira-kira orangtuanya mampu membeli apa tidak.

Untuk membrantas korupsi perlu membudayakan kejujuran, budaya anti korupsi. Korupsi, lanjut Alex, bukan hanya ketika didefinisikan pegawai mencuri uang daerah atau uang negara tetapi termasuk perbuatan-perbuatan koruptif.

Sementara Epi Handayani dari Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Kedeputian Bidang Pencegahan KPK RI menyoroti tentang pentingnya kesadaran di generasi muda tentang tindak pidana korupsi.

“Kegiatan anti korupi yang harus kita lakukan itu terkait dengan penyadaran, kita ingin membangun awareness,” kata Epi. Dengan kesadaran itu, diharapkan generasi muda secara sadar tidak melakukan perilaku korupsi.

“Jadi perilaku anti korupsi ini harus dibekali kepada para siswa, agar generasi mendatang yang kita harapkan tidak ada lagi yang namanya tindak pidana korupsi,” smabung Epi.

Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi berkata, Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyambut baik hadirnya Bus KPK, dikarenakan sasarannya bukan hanya penyelenggara pemerintah, namun juga menyasar masyarakat.

“Intinya ada edukasi dan sosialisasi tidak hanya kepada unsur birokrasi juga kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan tindak korupsi dan membudayakan agar masyarakat Purbalingga anti korupsi,” kata Plt Bupati Tiwi.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.