gempa donggala, palu, sulteng
Pawarta

Bantuan Purbalingga untuk Korban Gempa & Tsunami di Sulawesi Tengah

BRALING.COM, PURBALINGGA – Gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah, akhir September 2018 kemarin menggugah rasa kemanusiaan masyarakat Purbalingga. Aksi penggalangan dana pun mendapatkan respon positif.

PD Owabong mendonasikan uang sekitar Rp 114 juta untuk korban gempa di Sulawesi Tengah. Dana berasal dari penjualan tiket Owabong Family Park, Sanggaluri Park dan menginap di Owabong Cottage di periode, 1-5 Oktober 2018.

“Selama lima hari pendapatan Owabong terkumpul Rp 114 juta. Semua pendapatan itu akan kami kirimkan ke korban bencana di Donggala dan Palu,” kata Direktur Perusahaan Daerah (PD) Owabong Purbalingga, Hartono, 6 Oktober 2018.

Sementara Aksi Peduli Sulteng yang digagas Aliansi Kemanusiaan Lintas Komunitas Purbalingga berhasil mengumpulkan donasi Rp 63.931.300 serta bantuan logistik seperti bahan makanan, susu, pakaian dan lainnya.

Aksi Peduli Sulteng dilaksanakan di Alun-alun Purbalingga, 6 Oktober 2018. Aksi penggalangan dana ini diramaikan dengan stand kopi, kampung dolanan sampai dengan pagelaran musik.

“Dana dan bantuan logistik yang terkumpul akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT),” jelas Igun salah satu penggagas Aksi Peduli Sulteng tersebut.

Selain menyumbangkan uang, PD Owabong juga mengirimkan empat orang relawan ke Palu dipimpin Hartono. Mereka berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga soal pengiriman relawan dan bantuan tersebut.

“Bencana gempa di Donggala dan gempa yang disertai tsunami di Palu Sulawesi Tengah sangat menggugah rasa sedih dan prihatin kami. Oleh karenanya, kami secara spontan akan menyumbangkan pendapatan seluruh tiket masuk termasuk biaya menginap di Owabong Cottage untuk membantu saudara kita yang terkena musibah itu,” kata Hartono.

“Pengunjung yang datang ke Owabong untuk berwisata dan menikmati kegembiraan, secara tidak langsung ikut membantu korban bencana alam itu. Kami mengumpulkan donasi untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah dengan cara berwisata ke Owabong,” kata Hartono.

“Dibalik itu juga ada makna, ketika kita bisa menikmati wisata dengan ceria, ketika itu pula kita harus ingat dengan saudara-saudara kita yang terkena musibah,” ujar Hartono menambahkan.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.