Pawarta

Didakwa Kasus Suap dan Gratifikasi, Ini Tanggapan Tasdi

BRALING.COM, SEMARANG – Proses pengadilan terhadap Bupati Purbalingga Nonaktif, Tasdi mulai dilaksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, 15 Oktober 2018.

Di pengadilan, Tasdi didakwa menerima suap dan gratifikasi. Tasdi didakwa menerima Rp 115 juta dari Rp 500 juta yang dijanjikan dalam proyek pembangunan Islamic Center tahap 2 dengan nilai proyek Rp 22 miliar.

Dalam kasus gratifikasi, Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Tasdi menerima uang Rp 1,465 miliar dan 20.000 dollar AS. Dakwaan tersebut disusun secara akumulatif.

Pertama, Tasdi didakwa pasal 12 huruf a dan pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan diganti menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Terdakwa menerima suap Rp 115 juta dari uang Rp 500 juta yang merupakan komitmen fee yang dijanjikan dari pelaksana proyek pembangunan Islamic Center tahap II,” ujar jaksa Kresno Anto Wibowo dikutip dari Kompas.com.

Uang suap Rp 115 juta diberikan pengusaha Hamdani Kusen melalui Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang di Setda Pemkab Purbalingga Hadi Iswanto. Pemberian uang ditandai dengan adanya permintaan dengan kode “Mau Ada Wayangan Nih”.

Uang suap diberikan dalam dua tahap. Pertama, pada 4 Mei 2018 sebesar Rp 15 juta di Pendopo Bupati Purbalingga. Kedua, 4 Juni 2018 sebesar Rp 100 juta di lokasi proyek. Saat penyerahan uang kedua inilah, Hadi kemudian ditangkap tangan petugas KPK.

“Saat penangkapan, Hadi berupaya melarikan diri menuju kantor bupati Purbalingga untuk menyerahkan uang kepada terdakwa Tasdi,” ucap Jaksa.

Sementara dalam dakwaan penerimaan gratifikasi, Tasdi diduga menerima itu dari para bawahannya, baik kepala dinas, asisten, hingga jabatan struktural yang lain. Total gratifikasi yang diduga diterima sebanyak Rp 1,465 miliar dan 20.000 dollar AS.

“Uang berasal dari pemberian para pengusaha yang mengerjakan proyek di Purbalingga, maupun uang setoran dari bawahannya,” ucapnya Jaksa KPK tersebut.

Tasdi pun tidak keberatan atas dakwaan itu. “Tidak mengajukan eksepsi, kita ikuti saja persidangannya,” kata Tasdi usai mengikuti sidang seperti dikutip detik.com.

Karena itulah, persidangan akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan sejumlah saksi. Sidang lanjutan akan digelar Senin 22 Oktober 2018 mendatang.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.