Pawarta

Film Penyintas Tragedi ‘65 “Sum” Borong Penghargaan Sodoc

BRALING.COM, PURBALINGGA – Film “Sum” yang disutradarai Firman Fajar Wiguna produksi Brankas Film SMA Negeri 2 Purbalingga berhasil meraih dua penghargaan sekaligus diajang Solo Documentary Film Festival (Sodoc) 2018.

Film berdurasi 15 menit ini juga didaulat menjadi Film Terbaik Kategori Pelajar dan Film Favorit Penonton. Penghargaan diterima saat malam penganugerahan pada 20 Oktober 2018 di Gedung Kethoprak Balekambang Surakarta.

“Sempat tidak menyangka akan dapat penghargaan film terbaik, ditambah film
favorit pula. Penghargaan ini tentu didedikasikan bagi para penyintas tragedi ’65
yang tak pernah mendapat keadilan hingga saat ini,” ungkap Firman yang berangkat
ke Solo tanpa mengantongi izin pihak sekolah.

Film “Sum” berkisah seorang perempuan penyintas ’65 yang berlatar bekas aktivis
Barisan Tani Indonesia (BTI). Setelah menghuni penjara selama 13 tahun tanpa
pengadilan, Sum yang bernama lengkap Suminah, hidup dalam kesendirian. Hingga
saat ini, ia terus menunggu berbaliknya realita zaman.

Ada 17 film dokumenter pelajar dari seluruh Indonesia yang bersaing kemudian empat film terseleksi nominasi yang dinilai juri. Tiga juri kategori pelajar antara lain
Jason Iskandar, Steve Pillar Setiabudi, dan Tomy Taslim.

Menurut Jason Iskandar, “Sum” menarik dan langka karena menawarkan warna atau
gaya baru film dokumenter pelajar tentang memori seseorang yang memaparkan
ingatannya kemudian di-capture pembuat film.

“Film ini bergaya dokumenter esai yang mengangkat isu penting di Indonesia, terlebih ketika dibahas oleh pelajar,” tutur juri yang aktif membuat dokumenter sejak
masih pelajar.

Sebelumnya, “Sum” sempat menyabet film dokumenter terbaik di ajang Festival Film
Purbalingga (FFP) 2018 dan nominasi dokumenter pelajar di Festival Film Kawal
Harta Negara (FFKHN) 2018.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.