Peragaan Busana Pedagang
Pawarta

Pedagang Pasar di Purbalingga Menjadi Peragawati Busana Batik

BRALING.COM, PURBALINGGA – Jika selama ini pedagang pasar tradisional hanya sibuk mengurus jual beli barang dagangannya di pasar, maka kali ini setidaknya ada 147 pedagang pasar tradisional di Kabupaten Purbalingga yang jadi peragawati.

Mereka menjadi peragawati di peragaan busana batik bertajuk “Lenggak Lenggok Neng Pasar Segamas” yang digelar di Pasar Segamas, 17 Oktober 2018. Mereka adalah pedagang dari sejumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Purbalingga.

Sekretaris Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Purbalingga, Edhy Suryono menjelaskan, peragaan busana batik pesta untuk para pedagang pasar tradisinal ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Batik Nasional Tingkat Kabupaten Purbalingga.

Program ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga beserta Dekranasda Kabupaten purbalingga sebagai bentuk apresiasi terhadap peringatan Hari Batik Nasional.

“Dimana batik merupakan salah satu hasil karya bangsa Indonesia yang sampai saat ini banyak dikagumi oleh berbagai bangsa,” kata Edhy saat seremonial Peragaan Busana Batik Pesta Bagi Pedagang Pasar Tradisional di Pasar Segamas.

“Nantinya dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mendongkrak produk lokal khususnya batik khas Purbalingga agar dikenal oleh masyarakat luas,” kata Edhy dalam sambutannya.

Kegiatan ini juga untuk memberikan kesan dan pengalaman baru bagi para pedagang pasar. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Purbalingga dengan para peserta dari pedagang pasar tradisional.

Pada event ‘Lenggak Lenggok Neng Pasar Segamas’ sebelum peragaan dimulai ditampilkan peragaan busana pesta oleh Forum Perajin Batik Purbalingga. Setelah itu baru para pedagang pasar beraksi.

“Masing-masing pemenang mendapatkan piagam penghargaan, piala dan uang pembinaan. Juara 1 mendapatkan Rp 1,5 juta, juara 2 menerima Rp 1,25 juta, juara 3 Rp 1 juta, Harapan 1 Rp 750 ribu, Harapan 2 Rp 500 ribu dan Harapan 3 Rp 250 ribu,” jelasnya.

Para pemenang juga mendapatkan bonus uang pembinaan dari Plt Bupati Purbalingga, masing-masing nilainya Rp 500 ribu. Adapun juara favorit peragaan busana batik pesta dipilih langsung oleh Plt Bupati Purbalingga.

Sementara Juri Tamu, Putri Indonesia Tahun 2002, Meutia Taurissa Susmex atau yang terkenal Rissa Susmex mengatakan, ide peragaan busana ini sangat unik dan kreatif. Karena menyasar para pengrajin batik juga pedagang pasar.

“Terus terang pertama kali ditawarin agak kaget juga soalnya ternyata pesertanya itu pedagang pasar yang mereka boro-boro ngerti tentang mode, mungkin kehidupan mereka cuma berkutat bagaimana mereka bisa jualan pokoknya pakai baju terus jualan,” kata Rissa Susmex.

Rissa mengaku kagum dengan penampilan para peserta yang menggunakan busana pesta bernuansa batik. Apalagi dilihat dari cara peserta berlenggak-lenggok dan caranya berinteraksi dengan dewan juri dengan percaya diri.

“Ternyata mereka di sini itu harus menggunakan baju busana pesta terus dandannya juga full dan disuruh jalan. orang biasa suruh jalan di catwalk aja panik, kebayang mereka seperti apa nah itu yang saya pengin tahu pengin melihat banget momen-momennya seperti apa sih,” ujarnya.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.