Pawarta

Mau Ikut Diskusi Soal Dunia Hip Hop Indonesia?

BRALING.COM, PURBALINGGA – Secara umum, perkembangan hip hop di Indonesia tidak pernah berkembang cukup berarti secara budaya. Jika dianggap tumbuh dan berkembang, hal sebatas kegemaran orang atas rap.

Sementara breakdance hanya menjadi bagian dari kompetisi Pekan Seni dan Olahraga Daerah maupun Nasional. Untuk DJ, perlu menggali lebih dalam melalui kanal-kanal sosial media. Karena di permukaan hanya dominan menampilkan perempuan yang bergoyang-goyang.

“Jika, hip hop adalah makanan, dari 4 elemen yang ada perlu ditambah satu agar sempurna. Empat elemet sehat, ditambah satu suplai pengetahuan akan menjadi sempurna,” kata Zacky, panitia Bincang Buku “Flip da Skrip”.

Bincang buku ini digelar bersama oleh Heartcorner Collective dan Perpustakaan Jalanan Purbalingga pada 17 November 2018, pukul 13.00 WIB, di Basecamp Oneday, Jalan S. Parman Rt 2, Rw 1, Purbalingga, Jawa Tengah.

Herry Sutrena aka Morgue Vanguard (MV) aka Ucok Homicide, penulis buku “Flip da Skrip” akan datang dalam sesi bedah buku yang didukung oleh Sekolah Rakyat Bhinneka Ceria, Komunitas Semud Api, Black Farm Municipal, akhirpekanid, dan Urban Street Culture Purbalingga.

Bincang buku ini akan mengulas tentang mirisnya perkembangan literasi terkait hip hop di Indonesia. “Banyak orang mencintai dan menikmati hip hop, begitu menjamurnya orang pandai menulis lirik dan bertutur dalam kanvas sample-beat,” kata Zacky.

Dijelaskan, dalam buku “Flip da Skrip” bisa terasa dengan jelas jika MV begitu melankolis dan begitu mencintai rap. Serta, terdapat beberapa catatan tentang sang istri yang juga mendukung apa yang dia gemari.

Buku “Flip Da Skrip, Catatan Rap Nerd Selama Satu Dekade” ini menunjukan bahwa MV benar-benar seorang nerd. “Bila kita membaca dengan seksama, kita akan dibawa ke dalam pikiran hingga aktivitasnya sehari-hari,” jelas Zacky tentang isi buku.

Selain berbagi cerita tentang buku, ada juga diskusi dengan tema Melampaui Ideologi: Komunitas, Musik dan Buku. Diskusi ini mengulas bagaimana ideologi bukan lagi sebagai dogma yang harus dibela sampai mati.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.