BRALING.COM, PURBALINGGA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Purbalingga menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2017 dari akuntan publik.

Opini WTP diberikan kepada Baznas Purbalingga karena akuntan publik yang berasal dari Semarang itu menilai pengelolaan keuangan Baznas Purbalingga telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.

Pada tahun 2017 kemarin, total dana yang berhasil dihimpun dan dikelola oleh Baznas Purbalingga yakni mencapai Rp 1.815.744.701. Sementara untuk dana yang terdistribusi mencapai Rp 1.570.643.288.

“Proses audit dilakukan selama dua bulan. Prosesnya juga sangat detail. Pertanyaannya juga sangat detail,” jelas Ketua Baznas Purbalingga, Drs H Chumaedi MF MSi saat konferensi pers, 28 Januari 2019.

Prose audit dilaksanakan mulai bulan November 2018. Audit dilaksanakan terhadap berkas, sekaligus realisasi di lapangan. “Auditor melihat langsung distribusi bantuan zakat produktif dan zakat untuk keluarga dhuafa, sampai melihat jalannya UPZ di desa,” jelas Chumaedi.

Sebagai informasi, ini kali pertama Baznas Purbalingga melaksanakan uadit eksternal. Tahun sebelumnya, Baznas Purbalingga hanya melakukan audit internal yang melibatkan Inspektorat Kabupaten Purbalingga dan audit syariah yang melibatkan Kemenag.

Akan tetapi, sejak tahun 2017 lalu, Baznas Pusat meminta seluruh Baznas agar dilakukan audit oleh akuntan publik. “Setiap pengelolaan zakat agar dilaksanakan audit setiap tahun. Baik itu audit internal, audit syariah dan audit dari akuntan publik,” kata Chumaedi.

“Kedepan tentunya kami ingin menjaga ketertiban pengelolaan keuangan agar sesuai aturan. Jangkauan pengumpulan dan pendistribusian bisa secara maksimal dan lebih luas,” kata Chumaedi didampingi para Wakil Ketua Baznas Purbalingga.

BANGKIT WISMO