Pawarta

Desa di Purbalingga Harus Lebih Mengoptimalkan Website Desa

BRALING.COM, PURBALINGGA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Purbalingga meminta pemerintah desa untuk memanfaatkan website desa sebagai sarana komunikasi publik dan promosi potensi desa.

Kepala Bidang Informatika pada Dinkominfo Kabupaten Purbalingga, Sigit Dwi Purnomo berkata, di Kota Perwira suda ada 92 desa yang punya website desa. Sayangnya cuma 30 desa yang aktif menggunakan website desanya.

“Dari 92 desa yang sudah memiliki website desa ini banyak yang konten websitenya belum diisi dan diupdate,” kata Sigit di acara Sosialisasi Website Desa di Aula Dinkominfo Purbalingga, 14 Januari 2019.

Sosialisasi website desa tersebut diikuti oleh 34 desa di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Rembang, Kecamatan Kejobong dan Kecamatan Pengadegan.

Website desa merupakan cara termudah untuk mempromosikan dan mengenalkan desanya pada publik. “Salah satu contohnya website Desa Dagan, Desa Dagan ini mengenalkan produk batiknya dan sudah dipasarkan juga melalui website desanya,” jelas Sigit.

Sigit menambahkan, desa-desa yang belum memiliki website desa ataupun belum memahami cara pengisian konten websitenya dapat berkonsultasi langsung ke Dinkominfo Kabupaten Purbalingga melalui Bidang Informatika.

Edi Triono, staf Dinkominfo Kabupaten Purbalingga menambahkan, sosialisasi website desa sudah dilakukan secara menyeluruh. Pada tahun ini pula, Dinkominfo Kabupaten Purbalingga selain memberikan pembinaan terkait website desa juga akan menyasar Sistem Informasi Desa (SID).

Karena dengan SID, Pemdes akan membantu desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Jadi nanti ke depan website desanya jalan, SIDnya juga berjalan. Untuk SID sendiri sudah disosialisasikan ke semua desa dan tahun ini implementasi SID,” imbuh Edi.

Pengelola SID harus dilakukan oleh aparatur desa karena berkaitan dengan pengolahan data. Sedangkan website desa dapat dilakukan oleh pemuda desa atau pegiat TI di desanya sehingga potensi desa yang ada dapat dimaksimalkan.

“Untuk alokasi dananya yang digunakan untuk mengelola website desa ini bisa dianggarkan dari Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD) untuk pemberdayaan masyarakat terkait website desa,” pungkas Edi.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *