Pileg Pilpres Purbalingga
Pawarta Pilihan

Keren! Purbalingga Punya Desa Anti-Politik Uang

BRALING.COM, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga memiliki desa yang resmi menyandang status Desa Anti-Politik Uang. Status itu diberikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purbalingga melalui Gerakan Desa Anti Politik Uang alias Gerakan Desantiku.

Bawaslu Purbalingga merilis program ini di Desa Baleraksa, Kecamatan Karangmoncol, 27 Januari 2019. Bawaslu juga menggencarkan Gerakan Desantiku secara serntak di 18 kecamatan.

Ketua Bawaslu Purbalingga, Imam Nurhakim menjelaskan, Gerakan Desantiku dibuat untuk menyegah adanya politik uang di Pemilu 2019. Politik uang merupakan tindakan pidana pelanggan pemilu.

“Ini merupakan ikhtiar bersama-sama untuk mencegah maraknya politik uang di tengah-tengah masyarakat. Selain merupakan tindak pidana politik uang juga berdampak buruk pada sosiologis kepada jalannya demokrasi di Indonesia,” kata dia.

Imam juga mengingatkan bahwa orang yang terlibat dalam politik uang akan dikenakan sanksi kurungan penjara selama 2 tahun. Jika pelanggan saat pemungutan suara maka akan dikenakan sanksi selama 3 tahun.

“Jika masyarakat menemukan kegiatan politik uang diharapkan bisa melaporkan ke jajaran pengawas pemilu, baik di desa, kecamatan atau Bawaslu,” kata Imam.

Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengapresiasi Gerakan Desantiku dari Bawaslu Purbalingga. Ia berharap masyarakat Purbalingga tidak terpancing dengan iming-iming uang besarnya Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu.

“Memilih pemimpin bukan dilihat dari pemberian uang, namun harus dilihat visi misinya. Sehingga pemilu nanti bisa memunculkan para pemimpin yang bermartabat,” kata Plt Bupati Tiwi.

“Saya berharap partisipasi masyarakat dalam pemilu bisa naik pada tahun 2019, dimana pada Pilgub kemarin hanya 70,3 persen naik menjadi 75 atau 80 persen,” kata Tiwi.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Gugus Risdaryanto berkata, Purbalingga adalah pilot project untuk Gerakan Desantiku di Jawa Tengah. Gerakan ini diharapkan bisa mendorong terwujudkan pemilu bersih.

“Agar gerakan ini akan berhasil, kata kuncinya adalah bagaimana mendorong partisipasi masyarakat berangkat dari diri sendiri, PPL, Panwas Kecamatan, maka harus bersikap tegas, untuk mengatakan tidak pada money politik,” kata Gugus.

Gerakan Desantiku diharapkan menjadi media pembelajaran bagi politisi supaya tak menggunakan politik uang untuk meraih suara. Jadikan pemilu menjadi pemilu yang demokratis dan bermartabat serta bersih.

Kepala Desa Baleraksa, Ali Mudawam siap mengajak warga Baleraksa untuk melawan politik uang. “Para calon legislatif diharapkan bisa mendekatkan diri kepada masyarakat bukan karena uang sehingga jadi legislatif namun karena program yang dibawanya,” katanya.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *