BRALING.COM, PURBALINGGA –Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Makaryo Madju Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet memfasilitasi 250 penderes gula kelapa di Desa Sangkanayu untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Purbalingga Gunadi Hery Urando menjelaskan, pembayaran program BPJS Ketenagakerjaan tersebut dilakukan di awal tahun dan dibayarkan full satu tahun.

Gunadi menjelaskan bahwa program untuk para penderes ini tidak lepas dari risiko pekerjaan yang dihadapi para penderes. Yakni risiko jatuh dari pohon kelapa yang bisa menyebabkan cacat fisik atau bahkan meninggal dunia.

“Karena resiko kecelakaan kerja para penderes ini sangat tinggi. Apalagi para penderes ini juga merupakan tulang punggung keluarga oleh karena itu perlu dilindungi dengan program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Gunadi.

“Kalau sampai ada kasus meninggal dunia karena kecelakaan kerja ahli warisnya mendapatkan total santunan kecelakaan kerja sebesar Rp. 93.648.000,” ungkap Gunadi.

Namun, jika sebatas mengalami luka-luka, penderes gula akan mendapatkan biaya pengobatan dan perawatan sampai sembuh tanpa dibatasi plafon biaya. Termasuk santunan penghasilan, selama penderes gula kelapa tersebut tidak mampu bekerja karena kecelakaan kerja.

“Sedangkan program jaminan kematian memberikan perlindungan santunan jaminan kematian sebesar Rp 24 juta,” Gunadi menambahkan.

Direktur Bumdes Makaryo Madju Desa Sangkanayu, Fadlun Edy Susilo mengatakan program ini menggunakan dana bantuan sosial (bansos). Anggaran dana bansos ini merupakan komitmen Pemdes agar Bumdes dapat melindungi masyarakat desa khususnya para penderes gula kelapa dari resiko kecelakaan kerja.

“Hal tersebut, selain menjalankan visi dan misi Pemdes Sangkanayu Madju Desa Sangkanayu dalam hal mempercepat pengurangan angka kemiskinan, yaitu visi Sangkanayu Madju yang merupakan kepanjangan dari Makmur, Aman, Desane Djenjem Usahane,” kata Fadlun.

BANGKIT WISMO