film purbalingga
Pawarta

Ini Alasan Wong Purbalingga Harus Nonton Drama Seri “Keluarga Pak Carik”

BRALING.COM, PURBALINGGA – Drama seri “Keluarga Pak Carik” dengan latar Purbalingga diputar perdana Sabtu, 16 Februari 2019, pukul 19.30 WIB pada program Bioskop Rakyat (Biora) yang digelar di pelataran SMA Santo Agustinus Purbalingga.

Dalam pemutaran yang dilaksanakan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga tersebut bakal diputar dua episode drama seri “Keluarga Pak Carik”. “Episode 1 berjudul ‘Kandang Sapi’ dan episode 2 berjudul ‘Penganten Cilik’,” kata Sutradara “Keluarga Pak Carik”, Nur Muhammad Iskandar

Drama seri berdurasi 24 menit tersebut diproduksi akhir tahun 2017. Pengambilan gambarnya di Desa Wanogara Kulon, Kecamatan Rembang, Purbalingga.

Iskandar mengatakan, drama seri ini bercerita tentang keluarga Tukiran. Dimana, Tukiran merupakan seorang sekretaris desa (carik). Tukiran punya istri Sutimah dan kedua anak lelaki dan perempuannya, Wanto dan Ndari.

Setiap episode mengangkat tema tertentu dengan persoalan yang selalu muncul dari ibu-ibu penggosip di warung Bu Carik. Selain persoalan khas keluarga Pak Carik.

Iskandas menjelaskan, pada episode 1 “Kandang Sapi”, mengangkat kisruh bantuan sapi bernilai ratusan juta dari pemerintah pusat bagi para kelompok peternak sapi. Kades Pranowo yang berwatak korup, dibawah pengaruh istri, berusaha dengan berbagai cara mendapatkan sebanyak-banyaknya bantuan sapi tersebut.

Sementara episode 2 “Penganten Cilik” tentang geger perawan desa yang hamil di luar nikah. Mereka gadis yang masih duduk di bangku sekolah. Ibu-ibu penggosip di warung Bu Carik terdepan mengabarkan. Masalah berhilir pada Tukiran yang menghadapi perempuan desa yang meminta surat nikah.

Seperti halnya film-film pendek Purbalingga lainnya, “Keluarga Pak Carik” juga memakai dialog bahasa Banyumasan dengan mengangkat persoalan-persoalan yang dekat dengan masyarakat Banyumas Raya pada umumnya.

Menurut Direktur CLC Purbalingga yang juga menulis skenario Bowo Leksono, drama seri yang diproduksi CLC Purbalingga didukung Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga ini baru dibuat dua episode.

“Harapannya ada pihak-pihak yang terus mendukung agar tema-tema lain dapat diproduksi,” katanya.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  • 93
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    93
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *