BRALING.COM, PURBALINGGA –  Tim Jejaring Keamanan Pangan Terpadu (JKPT) Kabupaten Purbalingga menemukan kandungan Rhodamin B atau pewarna tekstil yang berbahaya pada jajajan di pasar.

Setelah melakukan pengujian terhadap beberapa sample makanan, JKPT menemukan beberapa makanan yang biasanya dikonsumsi anak-anak positif mengandung Rhodamin B. Di antaranya, snack pilus dan arumanis.

Kasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Alkes) pada Dinas Kesehatan Purbalingga, Sugeng Santoso menjelaskan, Rhodamin B ini merupakan pewarna tekstil. Karenanya sudah tentu berbahaya untuk dikonsumsi dalam jangka panjang.

“Kalau terus menerus mengonsumsi ini, terutama anak-anak yang biasa membelinya tentu sangat berbahaya dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker di tubuh,” kata Sugeng dalam keterangan pers yang dirilis Dinkominfo Purbalingga, Rabu 20 Februari 2019.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Kesehatan melakukan langkah-langkah persuasif kepada penjual makanan ringan tersebut agar tidak lagi menjual makanan tersebut.

Langkah itu diambil karena belum ada payung hukum penanganan makanan dengan bahan berbahaya. Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengawasan Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Berbahaya belum disahkan.

“Jadi kita belum boleh menindak, padahal Perda itu jadi payung hukum kita untuk bisa melakukan penindakan tegas ke penjual,” kata dia.

“Kita hanya bisa persuasif ke penjualnya dan memberikan himbauan agar tidak menjual lagi karena ini kan berbahaya bagi anak-anak terlebih ini kan jajanan untuk anak-anak,” katanya.

Penjual jajanan pilus dan aromanis, Suyati mengaku tidak mengetahui kalau beberapa makanan ringan yang dijualnya ternyata mengandung Rhodamin B. Makanan dibelinya di Pasar Segamas.

BANGKIT WISMO