BRALING.COM, PURBALINGGA –Jika suka durian lokal, maka Kota Perwira mempunyai Kecamatan Pengadegan yang bisa dibilang sebagai sentra durian di Purbalingga. Ada 7.165 pohon durian di Desa Tetel, Tegalpingen hingga Pengadegan.

“Sekarang minat petani untuk menanam durian meningkat, karena panen durian di Pengadegan cukup berhasil,” kata Sri Haryanti, petugas BPP Kecamatan Pengadegan, 13 Februari 2019.

Jenis durian yang dibudidayakan yakni jenis durian monthong orange, duri hitam, musang king, miming, kamun dan matahari. Namun, durian yang lebih dominan dikembangkan ialah durian monthong orange.

“Durian monthong orange ini paling banyak dikembangkan oleh para petani, karena rasanya yang enak, aromanya kuat dan juga daging buahnya yang tebal,” kata Sri Haryanti menjelaskan.

Di wilayah Pengadegan, satu pohon berusia 10-20 tahun bisa menghasilkan 50 butir. Kemudian untuk durian lokal, di umur tanaman lebih dari 20 tahun bisa menghasilkan durian sampai 200 butir.

Sedangkan untuk durian monthong, panennya disesuaikan dengan umur pohon durian. “Umur pohon 5-7 tahun bisa menghasilkan 10 butir, sedangkan usia yang lebih dari 7 tahun bisa menghasilkan sampai 90 butir,” jelasnya.

Durian lokal dijual dengan harga Rp 20 – 100 ribu perbutir. Sementara harga durian monthong yang belum matang serharga Rp 25-30 ribu perkilogram. Sedangkan durian yang sudah matang dari petani dihargai Rp 40 ribu/kg.

“Kalau sudah sampai di bakul eceran harganya juga beda lagi Rp 50 ribu sampai 60 ribu per kg,” imbuh Sri Haryanti.

BANGKIT WISMO