BRALING.COM, PURBALINGGA – Satu lagi event skala nasional digelar di Purbalingga. Kali ini, ajang nasional ini bertajuk Purbalingga Run 2019, yang akan dilaksanakan di Desa Bandingan, Kecamatan Kejobong, 31 Maret 2019.

Start dan Finish di Desa Bandingan. Kegiatan rencananya bakal diikuti oleh pelari dari 28 kabupaten/kota di Indonesia. Di antaranya dari Nusa Tenggara Barat dan Kepulauan Riau.

Ketua Panitia Purbalingga Run 2019, Muhammad Ali Imron berkata, Purbalingga Run 2019 juga diikuti pelari internasional seperti Thomas Kipkorir, Viola Jepchirchir Kimeli, Lel Kipchirchir ketiganya dari Kenya.

Kemudian, sambung Muhammad Ali Imron, ada juga Geoffrey dari Amerika Serikat, Queny Don dari Australia dan Seema dari Afrika. Pelari asing itu bersemangat untuk memeriahkan acara tersebut.

“Kehadiran para atlet internasional diharapkan dapat memberikan suport dan motivasi bagi para atlet lari. Selain itu juga kita berharap banyaknya atlet internasional dan nasional di Purbalingga diharapkan dapat mendukung pariwisata di Purbalingga,” kata Muhammad Ali Imron.

“Kita juga berharap lomba lari menjadi ikon Purbalingga di tingkat Nasional bahkan internasional, seperti lari marathon Lombok,” katanya saat berkunjung ke Kantor Dinkominfo Purbalingga.

Menurut Muhammad Ali Imron, Purbalingga memiliki potensi atlet yang bisa dibina untuk menjadi atlet nasional. Seperti di Kecamaatan Karangreja, Karangjambu hingga Kaligondang

Lomba akan dibagi 3 katagori untuk pelajar SD, pelajar SMP/SMA dan Umum. Untuk pelajar akan menempuh jarak 5 km yang akan memperebutkan juara 1,2 dan 3 putra-putri.

Untuk umum internasional, peserta menempuh jarak 7,5 km untuk juara 1,2,3 putra-putri. Semua juara akan menerima mendali, piala dan uang pembinaan.

“Bagi masyarakat Purbalingga yang mau ikut lomba bisa mendaftarkan di panita bisa melalui email di btec_7867@yahoo.com atau di contak person 081334258585,” kata dia.

“Untuk uang pendaftaran bagi pelajar sebesar Rp 75 ribu dan umum sebesar Rp 100 ribu akan mendapatkan jersay dan nomor dada. Bagi warga Purbalingga yang tidak mampu gratis,” imbuh dia.

BANGKIT WISMO