BRALING.COM, PURBALINGGA – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2019/2020 SMA Negeri 1 Purbalingga mulai disosialisasikan. Jika ingin mendaftar ke SMA Negeri 1 Purbalingga, maka sebaiknya perhatikan aturan mainnya ini.

Kepala SMA N 1 Purbalingga, Drs Kustomo menjelaskan bahwa SMA Negeri 1 Purbalingga bakal menerima 384 siswa baru. Namun, ada aturan main baru di PPDB Online pada tahun ajaran 2019/2020 ini.

Pada PPDB tahun lalu yang sudah menerapkan sistem zonasi, nilai Ujian Nasional (UN) SMP/MTs masih diperhitungkan, namun pada PPDB tahun ini nilai hasil ujian nasional (NHUN) tak akan berpengaruh.

NHUN hanya akan sebatas pertimbangan apabila terdapat siswa yang mendaftar ada kesamaan jarak. Kalau sama-sama dekat, maka panitia pendaftaran akan melihat siapa yang mendaftar lebih awal.

“Pembagian zona PPDB SMA 2019 direncanakan berdasarkan desa/kelurahan yang terdekat dengan sekolah. Peraturan Gubernur mengenai PPDB online masih digodog, dan penetapan zonasi SMA di Jateng dijadwalkan 1 Mei 2019 mendatang,” ujar Kustomo.

Zonasi SMA Negeri 1 Purbalingga meliputi 81 desa/ kelurahan yang tersebar di Kecamatan Purbalingga, Padamara, Kalimanah, Kaligondang, Bojongsari, Kemangkon dan Kutasari.

Khusus Kecamatan Kemangkon, hanya ada lima desa yang masuk zonasi SMA Negeri 1 Purbalingga. Yakni Desa Toyareka, Muntang, Gambarsari, Kalialang dan Karangtengah.

Untuk Kecamatan Kutasari, dua desa yang masuk zonasi SMA Negeri 1 Purbalingga. Yaitu, Desa Karanglewas dan Munjul. Kata Kustomo, semakin dekat desa asal siswa, maka semakin besar kemungkinan diterima.

“Sangat mungkin, lulusan SMP di Kecamatan Rembang dengan rata-rata nilai UN 9,7 misalnya, tidak bisa diterima di SMAN 1 Purbalingga, karena domisili dan Kartu Keluarganya memang terdata di Kecamatan Rembang, yang nota bene di luar zonasi SMAN 1 Purbalingga,” jelas Kustomo menyontohkan.

Ketika melakukan sosialisasi PPDB SMA Negeri 1 Purbalingga di Aula SMP Negeri 3 Purbalingga, 2 Maret 2019, Kustomo juga berkata kalau surat keterangan tidak mampu (SKTM) menjadi peryaratan pendaftaran.

Pada PPBD Online tahun 2019 ini, SKTM hanya bermanfaat untuk pertimbangan mendapatkan keringanan atau pembebasan biaya sekolah setelah siswa bersangkutan diterima di sekolah.

“Jadi calon siswa yang membawa SKTM tak lagi secara otomatis diterima, seperti pada PPDB tahun-tahun sebelumnya,” kata Kustomo seperti dikutip dari keterangan pers Dinkominfo Purbalingga.

Kustomo menambahkan, ada tiga jalur PPDB Online SMA Jateng 2019. Yakni Jalur Zonasi 90 persen minimal, Jalur Prestasi 5 persen maksimal, dan Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua 5 persen maksimal.

Jadwal PPDB Online SMA Jateng, akan dimulai 11 Juni 2019 pukul 00.00, dan ditutup 15 Juni 2019 pukul 23.59 WIB. Pengumuman hasil seleksi 17 Juli 2019, maksimal pukul 23.55.

Pendaftaran ulang 24-25 Juni 2019, dan hari pertama masuk sekolah 15 Juli 2019. Sedangkan jadwal UN SMP/MTs dimulai 23 April hingga 26 April 2019 dan pengumuman hasil UN SMP/MTs 27 Mei 2019.

Kepala SMP Negeri 3 Purbalingga, Subarno SPd menyayangkan adannya peraturan zonasi tersebut. Akan tetapi, Subarno mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan sistem PPDB SMA model baru ini.

“Kalau model PPDB SMA begini, ya kasihan anak pintar yang tinggal di luar zona SMAN 1 Purbalingga, padahal mereka jauh hari mengincar SMAN 1 Purbalingga setelah lulus dari SMPN 3 Purbalingga,” ujar Subarno.

BANGKIT WISMO