bpbd purbalingga
Pawarta Pilihan

Penanganan Bencana Alam Harus Berorientasi pada Tindakan Pencegahan

BRALING.COM, PURBALINGGA – Penanganan bencana alam di Kabupaten Purbalingga harus fokus pada tindakan-tindakan preventif serta koordinasi yang baik antar elemen yang terlibat dalam penanganan bencana.

Pemahaman dan kesadaran akan penanganan bencana alam ini penting dimiliki oleh warga Purbalingga, yang berada di kaki Gunung Slamet dan memiliki curah hujan yang tinggi.

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Agus Winarno menyebut, faktor kebencanaan juga bukan faktor alam saja namun bisa diakibatkan kegiatan manusia.

“Seperti penebangan liar dan penambangan liar yang berakibat rusaknya ekosistem lingkungan sehingga menimbulkan bencana,” katanya Simulasi Penanganan Bencana Tanah Longsor di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga menggelar simulasi ini selama dua hari, 25-26 April 2019. Pesertanya, warga Desa Panuspan dan perwakilan dari sejumlah organisasi.

Seperti Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), Organisasi Search And Rescue (SAR) hingga Bintara Pembina Masyarakat (Babinsa).

Dalam sambutannya, Agus berharap, simulasi penaggulangan bencana bisa membantu meningkatnya rasa waspada karena bencana selalu mengintainya.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Heni Rusianti berkata, tujuan pelaksanaan simulasi itu ialah untuk memberikan pemahaman, meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

“Memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait standar operasional prosedur (SOP) saat kejadian bencana dan bagaimana berkoordinasi dengan instansi terkait jika ada bencana. Simulasi ini diberikan agar korban bencana bisa diminimalisir,” katanya.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *