BRALING.COM, PURBALINGGA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga menangkap satu orang tersangka pengguna narkotika golongan I bukan tanaman jenis Methampethamine atau Sabu.

Kepala BNNK Purbalingga, Istantiyono saat melakukan konferensi pers, di kantor BNNK Purbalingga, 30 April 2019, berkata, penangkapan MKN, 27 tahun dilakukan Sabtu, 20 April 2019 malam.

MKN adalah warga Kecamatan Bukateja yang berprofesi sebagai debt collector. Penangkapan dilakukan di Jalan Letjen S. Parman, tepatnya di depan SPBU Bojong.

“Penangkapan ini adalah hasil pengembangan dari laporan masyarakat melalui aplikasi contact center. Laporan itu menyebut kalau di daerah Bojong sering digunakan sebagai tempat transaksi narkoba,” kata Istantiyono.

Istantiyono pun menjelaskan kronologi penangkapan. Pada pukul 21.00, petugas BNNK Purbalingga mendapati seseorang yang turun dari mobil yang berisi beberapa orang sedang mencari sesuatu.

Ketika, digeledah, terdapat sebuah paket yang diduga sabu. BNNK Purbalingga berhasil menangkap satu orang tersangka dan tersangka lain berhasil melarikan diri dengan menggunakan mobil.

“Itu posisinya mobil memang tidak dimatikan dan standby untuk jalan. Kami melakukan pengejaran tapi tidak kena dan hanya mengamankan satu orang tersangka,” tambah Istantiyono yang sudah pensiun mulai 1 Mei 2019.

BNNK Purbalingga memperoleh barang bukti berupa satu buah paket sabu dengan berat 0,9 gram yang dibungkus dalam plastik kecil, satu buah telepon genggam, satu bungkus rokok, satu set lengkap alat hisap narkotika atau bong dan selembar bukti transfer bank.

“Pembelian melalui online. Pemesan dan penjual melakukan transaksi dan dikirim ke tempat yang sudah disepakati untuk diambil barangnya. Untuk situs dan melalui apa, kami belum bisa menjelaskannya karena itu materi penyidikan untuk dikembangkan,” ujar Istantiyono.

Tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (1) dan atau pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Nomor 35 tahun Narkotika. Ancamannya pun tidak main-main yaitu pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua belas tahun dengan denda paling sedikit Rp 800.000.000 dan paling banyak Rp 8.000.000.000

BANGKIT WISMO