BRALING.COM, PURBALINGGA – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Yanuar Abidin menyebut Grebeg Onje mampu meningkatkan pamor potensi wisata religi di Purbalingga.

Khususnya di Desa Onje, Kecamatan Mrebet yang memang merupakan salah satu destinasi wisata religi di Purbalingga. Desa Onje mengandalkan Masjid R Sayyid Kuning serta Makam Adipati Onje sebagai cikal bakal Kabupaten Purbalingga.

Yanuar Abidin mengatakan itu saat membuka Grebeg Onje, 1 Mei 2019 kemarin. Grebeg Onje digelar 1-3 Mei 2019 dan sudah memasuki tahun ketiga.

Setelah melakukan seremonial pembukaan dengan memukul lesung, Yanuar Abidi mengikuti agenda ziarah ke makam Adipati Onje. Pada gelaran hari perdana, juga ada grebeg makanan jajan pasar.

“Grebeg Onje merupakan kegiatan tahunan. Grebeg Onje sebagai kegiatan untuk nguri-nguri budaya, karena sebagian tempat yang bersejarah, untuk berdirinya Kabupaten Purbalingga,” kata Yanuar.

Sehingga, lanjut Yanuar, dengan mempertahankan budaya, disisi lain juga sebagai event wisata. Yakni menarik wisatawan bukan hanya dalam kota kalau bisa luar kota. Bahkan kita berharap grebeg Onje bisa dikenal dimana negara.

“Kedepan kalau waktunya memungkinkan dan anggaran cukup kita bisa mempopulerkan. Yakni dengan mempromosikan lebih dini salah satunya dengan menggunakan media sosial,” katanya.

Kepala Desa Onje, Mugi Ari Purnomo berkata, Grebeg Onje sudah dilaksanakan semaksimal mungkin. Grebeg Onje diharapkan dapat memperkenalkan budaya Desa Onje sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.

Pada kegiatan pembukaan dan ziarah kubur juga dihadiri oleh Camat Mrebet bersama Forkompimcam, Camat Karangjambu, Kabid Pariwisata serta Kabid Kebudayaan.

Humas Panitia Grebeg Onje Tahun 2019, Irfan Saefudin mengatakan, Grebeg Onje juga menggelar padusan di Kedung Pertelu. Agenda ini sebagai simbol bersih-bersih hati sebelum Bulan Ramadhan.

Selain itu, juga ada agenda napak tilas sejarah Desa Onje, tahlil bersama, sarasehan kebudayaan dan sejarah Desa Onje, prosesi pengambilan 7 sumber mata air, jodangan dan grebeg gunungan palawija.

Kemudian, ada juga pentas seni tradisional, prosesi penggelan, begalan, prosesi babar penggel atau grebeg penggel serta ada hiburan rakyat.

BANGKIT WISMO