BRALING.COM, PURBALINGGA – Seniman Sablon Purbalingga (SSP) meminta Pemkab Purbalingga untuk turut membuka akses pasar sablon kaos, sehingga produk sablon dari Purbalingga bisa menjangkau segmen pasar lebih luas lagi.

Ketua SSP, Arif mengatakan, produk sablon kaos di Purbalingga membutuhkan ruang-ruang promosi yang lebih masif lagi. Sehingga, semakin banyak orang yang mengenal kualitas sablon kaos Purbalingga.

“Kami berharap ada sinergitas yang lebih bagus antara Pemkab dengan SSP. Kami dapat diberi kesempatan untuk mempromosikan produk kami dalam event-event yang diselenggarakan oleh pemkab,” kata Arif.

Arif mengatakan hal tersebut di event “Ndopok Bareng Sedulur Sablon” di Cafe OTW Purbalingga, 14 Juli 2019. Acara ini digelar dalam rangka Hari Jadi Seniman Sablon Purbalingga ke 2.

Event tersebut dihadiri sejumlah perwakilan komunitas sablon dari luar Purbalingga. Seperti Kosaka Ciamis, Pandawa Screen Printer Slawi, Rackelhood Cacap hingga Gesutter ngapak.

Arif berharap, event ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan silaturahmi dan kekompakan pelaku usaha sablon di Kota Perwira. Sekaligus penegas bahwa purbalingga punya potensi bisnis sablon.

“SSP diharapkan bisa menunjukan kepada masyarakat luas bahwa pelaku usaha sablon Purbalingga tidak kalah dari produsen kaos di kota besar lainnya. Baik dari segi peralatan maupun SDM,” harapnya.

Baca Juga: Nama Purbalingga Berasal Dari ….

Kabid UMKM pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Dinkop UKM) Purbalingga Adi Purwanto berharap pelaku usaha sablon bisa meningkatkan kualitas karyanya.

“Prospek usaha sablon masih sangat terbuka. Karena kebanyakan dari mereka masih bermain di kaos dan merchandise. Untuk yang berkecimpung dalam sablon konvensional seperti untuk percetakan dus, plastik, dan sejenisnya tidak mereka geluti,” kata Adi.

Sementara itu, Ketua Panitia, Nofi prasetiyo menjelaskan, acara itu bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sesama pengusaha sablon di Kota Perwira dan luar daerah.

BANGKIT WISMO